| Kiamat: 20 Ton Ikan Mati di Pantai Nordreisa |
| Ditulis oleh Era Baru News | Minggu, 08 Januari 2012 |
|
Pada 1 Januari 2012 lalu terjadi fenomena langka di Arkansas, Amerika Serikat, dimana sejumlah besar unggas ditemukan mati mendadak. Baru-baru ini, di pantai Nordreisa terlihat pemandangan yang mengejutkan. Lebih dari 20 ton ikan mati dalam tumpukan padat, menutupi seluruh bagian pantai,. Pemandangan yang mengejutkan ini menimbulkan kekhawatiran spekulasi ‘kiamat 2012.’ Menurut laporan asing, warga setempat Jan-Petter Jorgensen ( 44) berjalan di pantai dengan anjingnya menemukan pemandangan yang menakjubkan ini dan mencium bau busuk.
Ikan ini banyaknya diperkirakan sekitar 20 ton. Masyarakat setempat mengatakan bahwa pada 1980 juga pernah terjadi hal yang serupa. Hal tersebut diduga karena pencemaran lingkungan hingga kekurangan oksigen di laut dan mengakibatkan sejumlah besar ikan mati.
Seorang peneliti Lembaga penelitian kelautan mengatakan, ada banyak faktor yang bisa menyebabkan lebih dari 20 ton ikan mati diterjang oleh ombak dan terdampar di pantai. Ia berharap dapat melakukan penelitian di laboratorium terhadap bangkai ikan yang mati ini, untuk mengindentifikasi apakah kematiannya karena penyakit. Sekitar 5000 Blackbird (umumnya dikenal sebagai Jalak) jatuh ke tanah mati misterius, mati secara kolektif. Pemerintah setempat berpendapat bahwa burung-burung tersebut ketakutan hingga mati dikarenakan kembang api Tahun Baru. Namun, beberapa ahli percaya ada penyebab lain. Ini adalah tahun kedua berturut-turut dimana padai Malam Tahun Baru ditemukan burung mati di mana-mana. Selain itu, pada bulan lalu, di daerah New England ada 25 kuda mati bersama. Sementara itu di daratan China, pada akhir Desember lalu, dalam hutan di tanggul Beida, danau Hengshui propinsi Hebei ditemukan ratusan bangkai burung murai. Penyebab kematiannya tidak jelas. Lebih aneh lagi adalah pada saat orang-orang mulai kebingungan membersihkan ikan-ikan mati ini, tiba-tiba ikan-ikan tersebut lenyap dalam semalam. Garis pantai juga kembali tenang. Seorang ahli Institut Oseanografi Norwegia pada Selasa (3/1) lalu menyatakan ikan yang mati tersebut mungkin digulung ombak kembali ke laut. (Dajiyuan/lim/rhb) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Pendekatan Penelitian Reinkarnasi
- Apakah Telepati Bertentangan dengan Ilmu Pengetahuan Modern?
- KontraS : 14 Tahun Reformasi HAM Hanya Menjadi Trend
- Kisah Bocah 8 Tahun Nasehati Koruptor
- Pemimpin Oposisi Malaysia Hadapi Dakwaan Pidana
- Aset Duta Besar AS Dipublikasikan di Internet China
- Mengungkap Misteri Rahasia Kalender Maya
- Kampak Si Penebang Pohon
- Belenggu Hati
- Surat Terbuka untuk Presiden Obama: Dukungan Falun Gong di China
- Apakah Manusia Memiliki Kemampuan Paranormal?
- Peneliti Terus Selidiki Misteri Gunung Padang
- Lukisan Paling Tenang
- Semur Kuping Babi Palsu Ditemukan di China
- Kisah Kaisar Liang Wu
- Pecahkan Kasus Pembunuhan Melalui Serangga





Mozilla Firefox