| Philcoxia Tanaman Karnivora Pemakan Cacing |
| Ditulis oleh Era Baru | Jumat, 03 Februari 2012 |
|
Tanaman yang dikenal sebagai karnivora ini bertahan hidup dengan memakan cacing kecil yang terperangkap pada daun berdurinya. Philcoxia tumbuh subur di padang pasir yang terletak di savana Campos Rupestres di dataran tinggi di wilayah Brasil bagian tengah. Hingga kini, para ilmuwan masih bingung bagaimana Philcoxia mampu bertahan dalam lingkungan yang kekurangan unsur hara dengan hanya memiliki akar untuk mengambil air tanpa adanya sistem akar untuk menyerap nutrisi. Ahli ekologi tanaman Rafael Oliveira dari Universitas Campinas di Sao Paulo, Brasil, dan rekan, menyadari bahwa daun Philcoxia mampu berfotosintesis meskipun tertutup oleh tanah. Mereka mendapat petunjuk pertama tentang bagaimana tanaman itu menyerap nutrisi ketika tim menganalisis sampel daun menggunakan mikroskop elektron. Setelah pemeriksaan, mereka menemukan bahwa daun Philcoxia mempunyai struktur kelenjar lengket seperti yang terdapat pada spesies tanaman karnivora lainnya. Selain itu, juga terdapat cacing gelang kecil yang disebut nematoda yang terlihat pada daun. Untuk menentukan apa yang cacing lakukan pada daun itu, tim peneliti Oliveira menumbuhkan kultur bakteri yang mengandung isotop nitrogen. Bakteri yang diumpankan ke nematoda, yang pada gilirannya ditempatkan di dekat daun tanaman beberapa Philcoxia. Keesokan harinya, cacing merangkak ke daun dan isotop nitrogen yang diumpankan ke bakteri telah diserap ke dalam jaringan tanaman. Dalam dua hari, 15 persen dari isotop telah diserap, menunjukkan bahwa nematoda merupakan makanan utama dari Philcoxia. “Ketika pertama kali melihat hasilnya, saya tidak bisa memercayai bahwa daun-daun bawah tanah itu benar-benar dapat memakan nematoda,” kata Oliveira, menurut ScienceNOW. Para peneliti tidak mengidentifikasi adanya organisme lain pada daun, namun Oliveira mengatakan bahwa mereka tidak bisa mengabaikan pemikiran bahwa Philcoxia bisa mencerna makhluk benar-benar kecil lainnya, dan selanjutnya mereka berencana untuk menemukan bagaimana tanaman yang berhasil menarik nematoda. Penemuan ini dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences pada 9 Januari. (David Skoumbourdis/Epochtimes/osc) |
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Pendekatan Penelitian Reinkarnasi
- Apakah Telepati Bertentangan dengan Ilmu Pengetahuan Modern?
- KontraS : 14 Tahun Reformasi HAM Hanya Menjadi Trend
- Kisah Bocah 8 Tahun Nasehati Koruptor
- Pemimpin Oposisi Malaysia Hadapi Dakwaan Pidana
- Aset Duta Besar AS Dipublikasikan di Internet China
- Mengungkap Misteri Rahasia Kalender Maya
- Kampak Si Penebang Pohon
- Belenggu Hati
- Surat Terbuka untuk Presiden Obama: Dukungan Falun Gong di China
- Apakah Manusia Memiliki Kemampuan Paranormal?
- Peneliti Terus Selidiki Misteri Gunung Padang
- Lukisan Paling Tenang
- Semur Kuping Babi Palsu Ditemukan di China
- Kisah Kaisar Liang Wu
- Pecahkan Kasus Pembunuhan Melalui Serangga

Para ilmuwan telah menguraikan misteri mengapa Philcoxia, sebuah tanaman berduri berbunga ungu yang terdapat di Brasil, daunnya tumbuh di bawah tanah.


Mozilla Firefox