| Childhood Obesity Foundation Kritik Perusahaan Sponsor Olimpiade |
| Ditulis oleh Epochtimes | Jumat, 05 Maret 2010 |
|
Meskipun penyelenggara Olimpiade mempromosikan manfaat aktivitas fisik dan kesehatan positif dari olahraga, peningkatan konsumsi minuman manis dan makanan cepat saji dapat memiliki efek sebaliknya, kata Dr Tom Warshawski. "Saya pikir sangat disayangkan melihat perusahaan-perusahaan seperti ini mengambil keuntungan dari kerjasama bisnis dengan Olimpiade," katanya. "Lebih jauh lagi, sebagai hasilnya mayoritas orang akan termotivasi untuk mengonsumsi produk itu daripada meningkatkan aktivitas mereka secara signifikan." Coke adalah "minuman resmi" untuk Olimpiade, sementara McDonald’s adalah "restauran resmi". Sebagai seorang dokter anak, Dr. Warshawski menambahkan bahwa pesta olahraga ini merupakan tontonan TV yang sangat populer dan memiliki rating pemirsa yang tinggi, namun saat menyaksikannya, anak-anak cenderung mengonsumsi apa yang mereka lihat. "Seorang anak berusia 13 tahun yang mengonsumsi sebotol (20 ons) Coke membutuhkan jogging selama 50 menit untuk membakar kalorinya," katanya. "Patut disayangkan jika iklan Coke dan McDonald’s efektif, Olimpiade malah akan mengalami kerugian dalam hal kesehatan masyarakat," kata Warshawski. "Ilmu pengetahuan mengajarkan pada kita bahwa sangat sulit menghilangkan kalori yang dikonsumsi dari makanan dan minuman sampah (junk food). Akibat dari sponsor Olimpiade ini, akan lebih banyak anak usia 13 tahun meneguk coke daripada berlari selama 50 menit." Juru bicara Coca-Cola, David Moran mengatakan kepada CBC News bahwa perusahaannya memiliki kebijakan untuk tidak berpromosi pada anak-anak, dan menambahkan saat ini Coca-Cola tengah mempromosikan rendah kalori sebesar 110 perbotol. Dia juga mengatakan beberapa atlit minum Coke untuk peningkatkan (energi). "Banyak atlet akan mengatakan pada Anda bahwa sebenarnya mereka minum Coke sebelum atau setelah berlaga untuk dapat meningkatkan energi dan penyegaran." Sementara itu, di British Columbia, Kanada, McDonald’s mendapat tuntutan dari Serikat Buruh karena memberikan upah pekerja baru sebesar 6,35 dolar per jam. Presiden Serikat Buruh British Columbia, Jim Sinclair, mengatakan McDonald’s dapat merogoh kocek ratusan juta dolar untuk menjadi sponsor Olimpiade, tetapi mereka membayar pekerja barunya lebih rendah dari upah minimum di Kanada. "Saya telah berbicara dengan pekerja Mc Donald’s yang upahnya kurang dari 7 dollar CA per jam beberapa waktu lalu. Dan mereka tidak puas dengan perusahaan," katanya dalam siaran pers. "Para pekerja ini berhak mendapatkan upah yang layak dan penghargaan. Itulah semangat Olimpiade sebenarnya." Pada 2006, pemerintah British Columbia memberlakukan upah 6 dollar CA (5,70 dollar AS) per jam untuk upah pelatihan, menurunkan upah minimum sebesar 25 persen bagi pekerja baru dan imigran. Sinclair meminta McDonald’s untuk membayar semua karyawan barunya minimal 10 dollar CA (9,49 dollar AS) per jam. Upah yang diperlukan bagi satu pekerja penuh untuk mencapai garis kemiskinan, dalam siaran persnya. (Brad Bussche/The Epoch Times/fdz)
|
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!


- Video Kekerasan ABG di Bali Banjir Kecaman
- Misteri Piramida di Gunung Sadahurip
- Badai Matahari Lenyapkan Elektron Dalam Sabuk Radiasi Bumi (Video)
- Hanya Sebulan 50 Bencana Menimpa Indonesia
- Astronom Temukan Planet Layak Huni
- Dibalik Rahasia Orang Sukses
- Udumbara Bunga Surgawi
- Tahun Naga, Tahun Perubahan

Ketua Childhood Obesity Foundation (Yayasan Obesitas Anak) mengatakan kerjasama Olimpiade dengan perusahaan seperti McDonald’s dan Coca Cola membawa pesan yang tidak sehat kepada anak-anak.





Mozilla Firefox