Era Baru News >> Kesehatan >> Kesehatan >> Nyamuk Penyebar 'West Nile' di AS
Nyamuk Penyebar 'West Nile' di AS
Ditulis oleh Oleh Mary Silver Senin, 08 Maret 2010

Nyamuk, bukan burung, mungkin bertanggung jawab atas menyebarnya Nyamuk, bukan burung, mungkin bertanggung jawab atas menyebarnya virus West Nile dengan cepat di seluruh AS pada dekade yang lalu, kata studi baru Johns Hopkins.

Burung dapat membawa virus dan memberikannya kepada nyamuk. Ketika virus pertama kali tiba di AS, tampaknya bahwa burung adalah vektornya. Departemen kesehatan pemerintah daerah mendesak orang-orang untuk melaporkan unggas yang mati. dengan cepat di seluruh AS pada dekade yang lalu, kata studi baru Johns Hopkins. Burung dapat membawa virus dan memberikannya kepada nyamuk. Ketika virus pertama kali tiba di AS, tampaknya bahwa burung adalah vektornya. Departemen kesehatan pemerintah daerah mendesak orang-orang untuk melaporkan unggas yang mati.

Para ilmuwan yang melakukan penelitian baru tidak berusaha untuk membuktikan atau tidak membuktikan bahwa burung adalah vektor utama West Nile, kata penulis terkemuka Jason L. Rasgon. Sebaliknya, mereka memeriksa genetika populasi nyamuk.

Dr. Rasgon dijuluki Innovator of the Year 2009 oleh Maryland Daily RecordĀ  karena menemukan sebuah virus yang dapat mengendalikan nyamuk pembawa malaria. Dia adalah seorang asisten professor bersama dengan Institut Penelitian Malaria Bloomberg School dan W. Harry, Departemen Mikrobiologi dan Imunologi Molekuler Feinstone. Dia adalah doktor dalam ilmu serangga.

Virus West Nile tiba di New York pada tahun 1999. Menyebar dengan cepat, menyeberangi Sungai Mississippi beberapa tahun setelah itu.

"Ketika anda melihat gerakan yang cepat seperti itu, salah satu pertanyaan utama yang kami tanyakan adalah:" Apa saja faktor-faktor yang mengantarkan lompatan ini? "Studi kami menunjukkan kemungkinan nyamuk adalah kandidatnya," kata Rasgon dalam sebuah pernyataannya. Culex tarsalis adalah salah satu nyamuk yang dapat menularkan virus ke manusia.

Rasgon dan rekan penulisnya, Meera Venkatesan, peneliti pasca doktoral dengan Pusat Pengembangan Vaksin dan Institut Medis Howard Hughes, mengumpulkan nyamuk C. tarsalis dari 20 tempat di seluruh bagian barat Amerika Serikat. Mereka menganalisa DNA serangga tersebut.

"Kami memiliki proyek besar yang sedang berjalan, melihat populasi nyamuk," kata Rasgon. Dia mengatakan bahwa penelitiannya adalah "retrospektif, tidak prospektif." Tetapi ketika mereka menganalisis cara gen itu dibagi di antara populasi nyamuk, cocok dengan pola distribusi Virus West Nile, katanya.

Gurun pasir Sonoran, Dataran Tinggi, dan Pegunungan Rocky Timur tampak menghalangi aliran gen antara kelompok-kelompok nyamuk. Mereka juga memblokir atau memperlambat penyebaran virus. "Struktur populasi nyamuk disesuaikan (virus menyebar) sangat baik, post-hoc," kata Rasgon.

Rasgon mengatakan nilai informasi ini bisa membantu memprediksi penyebaran virus lainnya. Sebagai contoh "Chikungunya, virus yang muncul dari India, terutama yang disebarkan oleh nyamuk Macan Asia." Ilmuwan dapat melacak dan bahkan memprediksi jalannya dengan melihat struktur populasi genetik nyamuk semacam itu.

"Sangat penting untuk memahami semua komponen transmisi virus, untuk memahami bagaimana penyakit bergerak," kata Rasgon.

Institut Kesehatan National dan Institut Penelitian Malaria Johns Hopkins membiayai studi tersebut. Studi tersebut diterbitkan pada 2 Maret di Molecular Ecology. (EpochTimes/dia)