Era Baru News >> Kesehatan >> Kesehatan >> Lemak Omega-3 Bantu Cegah Penyakit Kejiwaan
Lemak Omega-3 Bantu Cegah Penyakit Kejiwaan
Ditulis oleh Epochtimes Jumat, 23 April 2010

Lemak omega-3 umumnya diberitakan baik, berdasarkan riset yang terkait dengan manfaat bagi tubuh dan otak. Sejauh otak berkaitan, banyak hal telah dibuat dari kemampuan nyata lemak omega-3 yang dapat menekan tindakan antidepresi alami.

Lemak omega-3 adalah komponen kunci dalam sel otak. Menurut riset yang diterbitkan Psychiatry Research edisi Maret 2007, mereka juga berperan dalam pemberian isyarat kunci pada bahan-kimia otak seperti dopamine dan serotonin.

Juga ide di mana lemak omega-3 mungkin memiliki efek anti depresi pada ibu hamil merupakan fokus studi diterbitkan Journal of Clinical Psychiatry Maret 2008. Pada studi lain yang diterbitkan American Journal of Clinical Nutrition edisi Januari 2009, suplemen omega-3 ternyata juga menguntungkan untuk peningkatan kesehatan psikologis perempuan yang telah mengalami menopause.

Sebagai tambahan fakta bahwa lemak omega-3 mempunyai bagian utuh yang memerankan fungsi otak, ada kemungkinan mereka juga membantu melindungi atau bahkan   mengobati penyakit lain yang diakibatkan oleh otak.

Studi terbaru yang diterbitkan Archives of General Psychiatry edisi Februari, peneliti yang berbasis di Australia, Austria, dan Swiss menilai dampak lemak omega-3 pada individu yang dianggap memiliki risiko tinggi menderita kelainan kejiwaan, dengan usia 13 - 25 (kelainan kejiwaan biasanya menderita penyakit mental yang cukup parah, termasuk schizophrenia). Kategorisasi penelitian mempertimbangkan individu yang dianggap berisiko menderita penyakit kejiwaan termasuk mengalami penyimpangan kepribadian schizophrenia atau gejala kejiwaan tingkat rendah.

Individu ini ditangani dengan lemak omega 3 (1,2 gr per hari) atau placebo selama 12 minggu. Partisipan diuji selama 40 minggu ke depan.

Secara statistik, lemak omega-3 juga menunjukkan pengurangan penting atas risiko perkembangan individu ke arah kelainan kejiwaan penuh selama studi: 4,9 persen dari mereka yang mengonsumsi omega-3 menjadi benar-benar menderita kejiwaan dibandingkan 27,5 persen yang mengonsumsi placebo. Gejala yang dihubungkan dengan penyakit kejiwaan juga berkurang dan fungsinya meningkat dengan mengonsumsi lemak omega-3. Peristiwa sebaliknya juga terjadi pada kedua kelompok.

Penulis studi ini mengambil kesimpulan bahwa lemak omega-3 "mengurangi risiko perkembangan penyimpangan kejiwaan dan mungkin menawarkan strategi yang aman dan manjur untuk mengindikasikan pencegahan pada anak muda dengan kondisi di ambang kelainan kejiwaan." (Dr. John Briffa/The Epoch Times/feb)

Dr. John Briffa adalah seorang dokter yang berdiam di London dan penulis dengan minat di bidang nutrisi dan pengobatan alami. Situsnya adalah Drbriffa.com