Era Baru News >> Kesehatan >> Kesehatan >> Sehat Jiwa Raga Tanpa Biaya Dan Obat
Sehat Jiwa Raga Tanpa Biaya Dan Obat
Ditulis oleh Epochtimes Jumat, 16 Juli 2010

Rotary Club cabang Xin Zhuang, Taiwan (11/5), mengadakan Pertemuan Berkala ke-1724 di Taipei International Hotel. Dr. Wang Yuanfu mempresentasikan Sehat Jiwa dan Raga – Metode Kesehatan Tanpa Iuran dan Tanpa Obat. Dr. Wang mengajarkan “Metode Memancang Falun” dari metode kedua Falun Gong kepada para peserta. (THE EPOCH TIMES)Rotary Club cabang Xin Zhuang, Taiwan, yang beranggotakan para profesional termasuk presiden direktur, general manajer, pengacara dan dokter bedah senior, (11/5) lalu, mengundang dr. Wang Yuanfu untuk mempresentasikan makalah yang berjudul Sehat Jiwa dan Raga – Metode Kesehatan Tanpa Iuran dan Obat.

Dr. Wang memiliki pengalaman 25 tahun dalam bidang kedokteran sekaligus spesialis Pemeliharaan Kehidupan (Yang Sheng, 養生). Suatu metode yang bisa memperpanjang usia dan menjalani kehidupan dengan gembira.

Menurut dr. Wang, sehat tanpa obat membutuhkan kecerdasan spiritual besar, dan  ada 2 macam cara untuk mendapatkannya:

Pertama, mementingkan moralitas dalam pemeliharaan kehidupan, karena Yuanshen (jiwa primer) merupakan azimat terbaik dalam melawan penyakit, mengutamakan moralitas tidak memerlukan biaya dan minum obat, ini adalah kecerdasan spiritual besar yang diwariskan sejak 5.000 tahun lalu melalui kitab China kuno Huang Di Nei Jing (Kitab Klasik Kedokteran Dalam – Kaisar Kuning).

Kedua, berlatih qigong (baca: jikung, = senam meditasi), kenapa berlatih senam meditasi sedemikian bagus? Dr. Wang mengatakan, qigong ortodoks diwariskan dari  Langit, itulah mengapa terdapat efektivitas kegaiban; tentu saja makna qigong sangat mendalam, namun bagi yang berlatih asalkan mau percaya dan berlatih dengan sungguh hati, maka bisa muncul efek gaib. Hal ini mutlak tidak bisa dicapai  dengan minum obat (termasuk herbal China dan obat-obatan Barat), tentu saja berlatih qigong itu Tanpa Iuran dan Obat.

Dr. Wang menyarankan agar berlatih Falun Gong, dan menuturkan pengalamannya. Pada 1999, dr. Wang berimigrasi ke Kanada dan mulai bersentuhan dengan qigong. Setelah 8 bulan berlatih muncul “fenomena qigong” yang gaib, membuatnya mempercayai qigong adalah nyata dan akhirnya ia memperdalam ilmu di Universitas Pengobatan Tradisional China Nanjing dan meraih gelar Ph.D.

Dr. Wang mengatakan, justru lantaran “fenomena qigong” yang gaib tersebut membuatnya mampu keluar dari “sangkar emas” dunia kedokteran dan memasuki ranah pengobatan tradisional dan kultivasi, dengan demikian terciptalah prinsip: Metode Kesehatan Tanpa Iuran dan Obat.

Dr. Wang lantas menjelaskan “fenomena qigong” yang ia alami, termasuk terbukanya mata ketiga (tianmu), yakni dengan mata terpejam bisa melihat pemandangan dimensi lain. Kedua, di wilayah sedikit di bawah pusar ada sesuatu yang terus menerus berputar, kemudian dr. Wang baru menyadari itu adalah perwujudan Falun (roda hukum). Ketiga, suatu hari sewaktu ia bermeditasi, pusat telapak tangannya mengeluarkan arus qi (baca: ji = energi dalam tubuh dan alam semesta yang eksis di ruang lain) menyerupai “angin puting beliung” yang kuat.

Pengalaman yang paling menggetarkan dr. Wang sewaktu bermeditasi, pernah dari seluruh tubuhnya tak henti-hentinya memancar keluar qi, malah qi yang memancar itu berpola putar, kemudian seluruh tubuhnya sama sekali mati rasa dan tak tahu lagi di mana letak tangan dan  kakinya, juga tak tahu lagi di mana kepala dan badannya, namun kesadarannya terasa jelas dan gamblang.  

Lucky, mantan pimpinan Rotary dan dokter bedah senior, menanyakan berlatih qigong apa bisa menimbulkan “kerasukan”, sebab seorang kawannya tidak berani berlatih karenanya.

Dr. Wang mengatakan, Falun Gong adalah metode latihan ortodoks. Dan berlatih Falun Gong tidak ada masalah tersebut. Dalam buku “Zhuan Falun” ceramah ke-6, karangan Master Li Hongzhi, membahas mendalam mengenai permasalahan tersebut. Penyimpangan dalam berlatih terutama diakibatkan oleh ketidak-lurusan hati diri sendiri, untuk itu dr. Wang mengusulkan para hadirin  agar membaca Zhuan Falun, karena ia sangat bernilai dan merupakan pusaka dalam berkultivasi.

Ada peserta lain yang menanyakan tentang “mata ketiga”, dr. Wang menjawab, mata ketiga merupakan mata yang berada di ruang lain, sesudah berkultivasi bisa melalui mata ketiga melihat pemandangan dimensi lain.

Dr. Wang mengatakan, sifat pokok manusia adalah murni dan baik, ini adalah “pra kelahiran kali ini”, atau disebut “yuan shen” (yang  berasal dari dunia atas); namun manusia memiliki pula “pasca kelahiran kali ini”, adalah pasca kelahiran membentuk pikiran dan perbuatan (karma) dosa, yang egoistis dan tidak bajik; maka itu sifat pokok manusia adalah baik, akan tetapi memiliki karma (dosa).

Dr. Wang mengatakan masalah ini sudah menyangkut intisari Pemeliharaan Kehidupan dan kultivasi (peningkatan karakter dan spiritualitas hingga suatu saat mencapai kesempurnaan). Pemeliharaan Kehidupan harus mementingkan moralitas, baru dapat menghapus sebagian karma dan memaksimalkan Yuanshen sang pusaka terbaik dalam memerangi penyakit. Sedangkan kultivasi hendak menghapus karma secara total dan mentransformasikan seluruhnya menjadi “berkah” serta kembali ke “Yuanshen prakelahiran”, itulah yang disebut kembali ke jati diri yang asli.

Arthur, seorang dokter bedah senior lainnya, mengatakan yang disampaikan dr. Wang boleh dibilang “klasik”, karena disampaikan dengan sangat mendalam, betul-betul tidak mudah dan ia merasa kagum. (Liu Xiangjun/The Epoch Times/whs)

 

 

Comments  

 
+1 # Nik Irawati 2010-09-06 18:32
Selamanya FALUN DAFA bagus!
Reply | Reply with quote | Quote