| Bahaya Saluran Akar Gigi (2) |
| Ditulis oleh Epochtimes | Kamis, 26 Agustus 2010 |
|
Mengingat kesulitan perkembangbiakan bakteri anaerob, yakni bakteri yang dapat berkembang biak tanpa oksigen, sangat susah untuk mengenalinya dengan teknologi 1920-an. Sebagian bakteri yang dilaporkan dokter gigi terorganisir saat itu dikenali sebagai bakteri aerob, bakteri yang tidak dapat berkembang biak tanpa oksigen, yang tidak diketahui pentingnya. Saat ini, dengan adanya analisa DNA, bakteri anaerob (jenis berbahaya) dapat dikenali baik mati maupun hidup dengan kehadiran alat penunjuk DNA-nya. Mari kita tinjau kembali sejumlah kasus ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis atau penyakit Lou Gehrig) pada 2000. Adanya kenaikan pada 1976 dan kenaikan tajam lainnya pada 1991. Pada 1990, asosiasi dokter gigi “menghimbau” agar para dokter gigi melakukan 30 juta saluran akar gigi selama setahun sampai pada 2.000. Para dokter gigi dapat memenuhi sasaran tersebut pada 1999. Seperti yang saya ketahui, saat ini jumlahnya telah mencapai 60 juta setahun. Kenaikan tak terduga pada MS (Multiple Sclerosis) mulai 8.800 sampai 123.000, seiring munculnya campuran logam tembaga berkadar tinggi. Kenaikan ALS di tahun yang sama memberi kesan disebabkan materi yang sama. Multiple Sclerosis adalah berbagai macam penyakit yang disebabkan pengerasan jaringan tubuh. ALS juga naik pada 1991 saat saluran akar gigi diperkenalkan. Apakah ini data statistik yang kebetulan? Tujuan profesi dokter gigi adalah menyelamatkan gigi. Saluran akar gigi memperkenankan dokter gigi untuk mempertahankan gigi daripada mencabutnya. Tetapi apakah tujuan ini tepat, mengingat pengorbanan biologis yang telah diketahui dari riset DNA? Mana yang lebih penting, menyelamatkan kelangsungan hidup gigi atau kelangsungan hidup pasien? Surga Bagi BakteriKetika kepala peneliti National Dental Association, Dr. Price (almarhum) mengambil 1.000 gigi yang telah dicabut dan memperbesarnya seperti yang biasa dilakukan dokter gigi sebelum mengisi saluran akar dengan lapisan ‘lilin’. Price mensterilkan saluran akar dengan 40 jenis bahan kimia yang jauh lebih beracun daripada yang biasa digunakan manusia. Dia ingin melihat apakah saluran akar dapat disterilkan secara permanen. Setelah 48 jam, masing-masing gigi terpecah belah dan menjadi media bakteri. Hanya dalam waktu dua hari setelah perawatan, 990 dari 1.000 racun bakteri alami dengan bahan kimia yang direncanakan untuk mensterilisasi gigi. Dari mana bakteri ini berasal? Sedikit pengetahuan tentang struktur gigi yakni lapisan terluar, dikenal sebagai lapisan email (enamel), lapisan kedua, dikenal sebagai tulang gigi (dentin), dan bagian dalam, dikenal sebagai rongga gigi (pulpa), di mana terdapat saraf. Di sisi luar gigi dinamakan periodontal ligament (serat-serat yang memegang gigi ke tulang alveolar). Gigi tidak secara langsung menempel pada tulang. Serabut di luar gigi dan terangkai dengan serabut di luar tulang, dan mereka menyatu dan membentuk periodontal ligament. Lapisan kedua gigi, dentin, tidak solid tetapi disusun oleh saluran-saluran yang sangat kecil (tubules dentin). Pada bagian depan gigi, meskipun semua tubules ini menempel dari ujung ke ujung, mereka mencapai 4,8 km lebih. Catatan bahwa tubules mempunyai ruang yang cukup sebagai rumah ribuan bakteri. Inilah tempat dimana bakteri bersembunyi di 1.000 gigi yang diuji Price. Dari dentin tubeles, bakteri dapat bermigrasi ke rongga gigi atau ke periodontal ligament, di mana makanan melimpah ‘tersedia’ menunggu mereka. Di rongga gigi, rongga diisi dengan bahan gutta percha, menyusut selama pendinginan, mengalami penyembuhan setelah adanya pemaksaan untuk menekan lilin masuk ke saluran gigi dan kehilangan porsi cairan. Gutta Percha adalah semacam karet alamiah yang digunakan untuk mengisi rongga di bagian akar yang telah dibuang Sebuah gigi mempunyai 1-4 saluran akar gigi. Kenyataan ini diajarkan di kedokteran gigi, tetapi tidak pernah disebutkan adanya tambahan “saluran gigi asesoris”. Price mengenali 75 saluran gigi asesoris berbeda pada gigi taring tengah tunggal (gigi depan). Tidak ada prosedur yang dapat dilakukan dokter gigi untuk mencapai saluran gigi asesoris ini dan membersihkan jaringan yang mati. Jaringan yang telah mati ini menjadi ‘rumah’ bagi berbagai macam bakteri yang menulari bagian luar gigi di periodontal ligament. Dengan menambah persediaan makanan di area ini, bakteri anaerob dapat berkembang biak, dan racun mereka dapat menyumbang timbulnya suatu penyakit. Tentu saja, akar puncak (saluran akhir) adalah pusat penularan utama. Meskipun hal ini mungkin merupakan daerah terakhir yang memperlihatkan penularan, para dokter gigi secara umum mempertimbangkan sebuah sterilisasi gigi kecuali daerah resapan tulang yang diperlihatkan pada foto sinar-X. Pada saat proses pendinginan dan penyusutan gutta-percha, ada ruang di saluran akar puncak di mana bakteri dapat tumbuh, di mana sel darah putih pada sistem kekebalan tubuh maupun antibiotik dapat menjangkaunya. (Hal Huggins,DDS, MS/The Epoch Times/arf) Dr. Hal Huggins menentang penggunaan merkuri sebagai bahan penambal gigi selama 40 tahun lebih dan pertentangan saluran akar gigi lebih dari 25 tahun. Westonaprice.org/dentistry /1957-root-canal-dangers.html Berita/ Artikel Terkait
|
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!


- Video Kekerasan ABG di Bali Banjir Kecaman
- Badai Matahari Lenyapkan Elektron Dalam Sabuk Radiasi Bumi (Video)
- Cerita Tentang Einstein
- Misteri Piramida di Gunung Sadahurip
- Hanya Sebulan 50 Bencana Menimpa Indonesia
- Dibalik Rahasia Orang Sukses
- Kepala Babi Kembali Ditemukan di Depan Masjid
- Tahun Naga, Tahun Perubahan

Berikut ini artikel lanjutan dari tulisan berjudul 





Mozilla Firefox