Era Baru News >> Kesehatan >> Kesehatan >> Pengobatan Ramah Lingkungan (3)
Pengobatan Ramah Lingkungan (3)
Ditulis oleh Epochtimes Minggu, 29 Agustus 2010

Berikut lanjutan tulisan 'Pengobatan Ramah Lingkungan' bagian 3 dari edisi sebelumnya. 

Selama lebih dari 200 tahun, ahli homeopathy secara rutin menggunakan obat-obatan dalam jumlah yang sangat minim dalam perawatan mereka.

Pengalaman klinis ini harus disosialisasikan secara serius karena menunjukkan bahwa jumlah pembuangan limbah farmasi allopathic ke lingkungan yang lebih besar dan terus-menerus jauh lebih mungkin akan berdampak penting pada kesehatan dari waktu ke waktu.

Kegagalan mengenali pentingnya bentuk polusi ini akan membuktikan kondisi yang sangat serius bagi banyak spesies, termasuk manusia.

Sebagai individu, kita bertanggung jawab atas kesehatan kita sendiri, pilihan yang kita buat sebagai kelompok dan sistem perawatan kesehatan yang kita pilih akan memberikan dampak yang sangat besar pada generasi masa depan melalui akumulasi lingkungan yang potensial.

Pilihan kesehatan yang kita buat hari ini pasti akan berdampak pada generasi mendatang jika agen ini terus diproduksi, dikonsumsi, dan diekskresikan pada tingkat saat ini.

Sejauh ini, profesi medis allopathic telah memilih untuk mengabaikan implikasi dan efek jangka panjang dari perawatan ini. Pandangan jika tubuh dan lingkungan terisolasi, sistem non-interaksi jadi sangat fatal. Obat allopathic terbentuk dalam persediaan air kita dan mencapai tingkat beracun yang akan memengaruhi kita entah kita memilih untuk mengonsumsinya maupun tidak.

Beberapa organisasi medis mulai mengambil langkah hijau dalam praktek kedokteran dan untuk mengurangi risiko beracun, namun perubahan hanya akan terjadi jika kita semua mengungkapkan keprihatinan dan kemarahan, serta memilih alternatif lain bagi industri medis-farmasi.

Kita tahu bahwa senyawa farmasi secara biologis aktif, dan mereka terakumulasi dalam persediaan air. Kita dapat meyakini bahwa mereka dapat dan memang memengaruhi kita. Oleh karena itu, kita perlu mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini. Langkah-langkah ini antara lain:

1. Pesan kuat bagi industri medis farmasi yang tidak bertanggungjawab  tas produksi obat yang meracuni lingkungan tidak akan ditoleransi.

2. Desakan agar perusahaan farmasi mengurangi usaha terus-menerus, bioakumulasi, dan toksisitas (PBT) dari semua obat yang dikembangkan, diproduksi, dan dipasarkan.

3. Mengurangi ketergantungan pada segala bentuk obat resep dan non resep.

4. Bertanggung jawab untuk mendaur ulang semua obat yang tidak digunakan (bukan hanya membuang ke toilet dan permukaan air tanah).

5. Memperbaiki agen ini melalui metode pengolahan limbah untuk membantu menghancurkannya sebelum mereka dilepaskan ke lingkungan.

6. Merancang dan mengembangkan obat-obatan yang lebih “ramah lingkungan,” yang dengan cepat dapat terurai menjadi senyawa tidak berbahaya.

7. Lebih memanfaatkan terapi alam, termasuk homeopati dan pengobatan herbal, sebagai pengobatan lini depan kapan pun dimungkinkan.

Polusi lingkungan dengan senyawa farmasi adalah bencana ekologis yang dapat dicegah. Kesehatan lingkungan dan generasi peneruslah yang dipertaruhkan.

Pertimbangkan tujuan akhir dari obat-obatan sebelum menelan obat resep atau non-resep berikutnya. (Ronald D.W., MD/The Epoch Times/feb)

Dr. Whitmont seorang dokter homeopathy yang berpraktek di Rhinebeck, N.Y., dan New York. Situsnya Homeopathicmd.com

Berita/ Artikel Terkait

Pengobatan Ramah Lingkungan (2) 
Pengobatan Ramah Lingkungan (1)