| Pepino : Tanaman Berkhasiat |
| Ditulis oleh Epochtimes | Kamis, 02 September 2010 |
|
Menurut Welly yang juga ketua Gabungan Kelompok Tani ‘Mertojoyo Sari’ di Batu, karena telah berhasil ditanam dengan skala besar, buah ini mulai dipasarkan ke Sidoarjo, Jawa Timur. Tepatnya di di Pusat Grosir Agrobis ‘Puspa Agro’, Jemundo. Pusat Grosir Agrobis yang merupakan Pasar Induk Modern itu sendiri, Soft Opening baru dilakukan 17 Juli 2010. Menurut Wikipedia, pepino adalah buah sejenis melon. Tanaman perdu sesuku dengan lombok, terong dan tomat ini aslinya ditanam di daerah Amerika Selatan, Chili, Selandia Baru dan Australia Barat. Di Chili, lebih dari 400 hektar ditanam di Lembah Longotoma dengan skala besar untuk diekspor. Kolombia, Peru, dan Ekuador juga menanam tanaman ini, tetapi pada skala yang lebih kecil. Di luar wilayah Andes, telah ditanam di berbagai negara Amerika Tengah, Maroko, Spanyol, Israel, dan dataran tinggi Kenya. Di Amerika Serikat beberapa ratus hektar pepino ditanam dalam skala kecil-kecil di Hawai dan Kalifornia. Meskipun bibit tanaman pepino yang subur dan menghasilkan keturunan yang kuat, budidaya tanaman ini terutama dilakukan dengan stek (Heiser, 1964; Anderson, 1979; Morley-Bunker, 1983), dan sebagai akibatnya, struktur genetik dapat berbeda dari jika penangkaran tanaman menggunakan biji. Batang pepino relatif kuat. Tumbuh subur pada ketinggian mulai dari dekat permukaan laut hingga ketinggian 3.000 meter. Namun, dapat tumbuh terbaik dalam iklim hangat yang relatif tidak bersalju. Tanaman ini dapat bertahan hidup pada suhu rendah -2,5° C jika berada pada temperatur beku tidak berkepanjangan, mungkin daunnya akan berguguran. Tanaman ini sebenarnya berumur panjang, namun kepekaan terhadap dingin, hama, dan penyakit memaksa petani untuk menanam kembali tanaman setiap tahun. Tanaman ini juga menyesuaikan dengan baik untuk budidaya rumah kaca, tanaman contoh tingginya bisa mencapai 2 meter, dan hasil buahnya 2-3 kali lebih besar dari yang diperoleh di luar rumah. Di Batu, pepino ditanam dengan jarak tanaman satu meter. Menurut Welly, membudidayakan tanaman ini tergolong sulit dan berisiko tinggi karena membutuhkan investasi yang besar, terutama selama periode perawatan. Sebenarnya hasilnya cukup lumayan, ujar Welly. Satu pohon pepino yang produktif selama satu tahun dapat menghasilkan 40 kg buah pepino. Pohon pepino mulai berbuah ketika berumur 5-6 bulan. Saat panen, buahnya dapat dipetik 1-4 biji setiap hari sampai tanaman ini tidak produktif lagi. Buah yang rasanya tidak jauh berbeda dengan buah melon ini dijual dengan kisaran harga Rp. 10.000 per kg. Setiap kilogram bisa berisi antara 4 hingga 8 buah tergantung ukuran besar buahnya. (Boedijono/The Epoch Times)
|
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!


- Video Kekerasan ABG di Bali Banjir Kecaman
- Badai Matahari Lenyapkan Elektron Dalam Sabuk Radiasi Bumi (Video)
- Cerita Tentang Einstein
- Misteri Piramida di Gunung Sadahurip
- Hanya Sebulan 50 Bencana Menimpa Indonesia
- Dibalik Rahasia Orang Sukses
- Kepala Babi Kembali Ditemukan di Depan Masjid
- Tahun Naga, Tahun Perubahan

Pepino adalah nama buah yang baru diuji tanam sekitar 2003 di Batu, Malang. Tetapi kini telah banyak dipasarkan di sekitar Batu seperti Prigen dan Jatim Park. Konon menurut Welly Aryudi yang keturunan Belanda China kelahiran Batu, pepino adalah pesaing buah mengkudu atau pace dalam hal khasiatnya yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi.





Mozilla Firefox