| Bahaya Saluran Akar Gigi (3) |
| Ditulis oleh Epochtimes | Senin, 06 September 2010 |
|
Berikut ini artikel lanjutan dari tulisan berjudul 'Bahaya Saluran Akar Gigi' bagian 1 dan 2 dari edisi sebelumnya. Pokok bahasan bagian 3 ini sekitar Mikroorganisme beracun. Studi DNA pertama kami telah menyelidiki pemulihan bakteri dari rusaknya ujung akar. Kita bisa mengenali 83 spesies bakteri anaerob (bakteri yang tidak memerlukan oksigen untuk berkembang biak) berbeda melalui pengujian DNA. Saluran akar gigi mengandung 53 jenis spesies berbeda di luar 83 spesies contoh ini. Beberapa spesies ada yang lebih berbahaya dari lainnya, ada yang sering dan jarang ditemukan. Kami menemukan Capnocytophaga ochracea, Fusobacterium nucleatum, Gemella morbillorum, Leptotrichia buccalis, dan Porphyromonas gingivalis. Apakah pentingnya hal ini? Empat spesies memengaruhi jantung, tiga saraf, dua ginjal, dua otak, dan satu rongga sinus. Haruskah kita menanyakan kebijakan penyediaan tempat berlindung bagi mikroba ini yang sangat dekat dengan otak dan sistem peredaran darah kita? Apakah informasi ini mengesahkan klaim “steril” pada saluran akar gigi? Dokter gigi menyatakan mereka dapat mensterilkan gigi sebelum memasukkan gutta-percha (semacam karet alamiah) ke dalam saluran. Mungkin mereka bisa mensterilkan pilar udara di tengah gigi, tetapi benarkah di sana masalahnya? Bakteri yang berkeliaran di dalam tubules dentin (saluran yang sangat kecil) merupakan bakteri yang ditemukan Price dan dalam contoh gigi yang rusak. Tetapi apakah masalahnya berakhir di sini? Hampir. Sekedar ingin tahu, kita menguji contoh darah yang berdekatan dengan gigi yang dibuang dan menganalisanya untuk mengetahui keberadaan bakteri anaerobic. Kurang lebih 400 persen lebih bakteri ditemukan dalam darah di sekitar saluran akar gigi daripada di gigi itu sendiri. Hal ini terlihat bahwa gigi tempat berkembang biak. Periodontal ligament (serat-serat yang memegang gigi ke tulang alveolar) menyediakan banyak makanan dan karena itu mempunyai konsentrasi bakteri lebih tinggi. Tetapi perkembangan patologi paling banyak (akar penyakit) berada di tulang sekitar gigi mati. Melihat kebutuhan bakteri, ada makanan yang menutrisi bakteri di tulang. Hal ini menjelaskan perkembangan pesat konsentrasi bakteri dalam darah di sekitar saluran akar gigi. Coba sterilkan volume tulang tersebut. Kelihatannya sistem kekebalan tubuh tidak memedulikan substansi yang mati, dan hanya dengan adanya jaringan mati akan menyebabkan sistem tubuh mulai menyerang. Infeksi dan reaksi penolakan autoimmune (penyakit yang disebabkan serangan sistem kekebalan tubuh terhadap sel tubuh sendiri) menyebabkan lebih banyak bakteri berkumpul di sekitar jaringan mati. Setiap kali seseorang dengan saluran akar gigi menggigit, bakteri ini mengalir ke dalam aliran darah, dan mereka akan mulai mencari rumah baru. Chemotaxis, atau daya tarik kimiawi dari bakteri khusus untuk jaringan khusus, membantu bakteri anaerob dalam menemukan ‘rumah baru’ di jantung, jaringan saraf, ginjal, dan otak, di mana mereka akan melakukan kerusakan besar. Bakteri yang berada di sekitar tulang, jauh lebih banyak 50 persen dari contoh uji. Mutan Streptococcus ditemukan pada 92 persen contoh darah. Ini bisa menyebabkan pneumonia (radang paru-paru), sinusitis (radang dalam selaput lendir di rongga hidung), otitis media (infeksi telinga bagian tengah), meningitis (radang selaput otak atau sumsum tulang belakang), dan kerusakan gigi. Streptococcus mitis telah ditemukan 92 persen saat ini. Mikroba ini menyerang jantung dan sel darah merah. Dia lebih berupa kuman yang tangguh, karena saat ke bulan (tersembunyi dalam suatu kamera) pada suatu ekspedisi tanpa awak, bertahan di sana lebih dari dua tahun di lingkungan tanpa atmosfer, pada suhu 120 derajat Celcius sepanjang hari, minus 120 derajat Celcius saat gelap. Saat kembali ke bumi dengan Apollo-12 lebih dari dua tahun kemudian, mikroba ini masih hidup. Pada manusia, Streptococcus mitis mengikat platelet (penggalan sel tanpa nukleus berbentuk disc dan tidak berwarna) dan melibatkan patogen penyebab radang katup atau selaput jantung. Ingin mikroba ini hidup di saluran akar gigi mati Anda? Dari delapan teratas bakteri dalam darah yang berkaitan dengan saluran akar gigi, lima merusak jantung, lima sistem saraf, dua ginjal, dua hati, dan satu menyerang sinus, dimana mereka membunuh sel-sel darah merah. Dari jumlah tersebut, Prevotella intermedia (76 persen dari sampel) menyerang jantung, ginjal, dan sinus. Strep intermedius (69 persen dari sampel) menyerang jantung, saraf, paru-paru, hati, dan otak. Pengujian DNA atas pencabutan saluran akar telah menunjukkan kontaminasi bakteri pada 100 persen sampel yang diuji. Hal ini sangat berlawanan dengan pengakuan resmi bahwa keberhasilan penanganan terhadap saluran akar sebesar 97 persen. Apakah mereka memerlukan definisi baru tentang kesuksesan? Untuk diketahui Dr. Hal Huggins menentang penggunaan merkuri sebagai bahan penambal gigi selama 40 tahun lebih dan pertentangan saluran akar gigi lebih dari 25 tahun. (Hal Huggins,DDS,MS /The Epoch Times /arf) Westonaprice.org/dentistry /1957-root-canal-dangers.html Berita/ Artikel Terkait :Bahaya Saluran Akar Gigi (2)
|
Cari Artikel di Era Baru :
Ingin berita terkini EB muncul di Beranda Anda?
Ayo, gabung bersama ribuan penggemar lainnya!

- Pendekatan Penelitian Reinkarnasi
- Apakah Telepati Bertentangan dengan Ilmu Pengetahuan Modern?
- KontraS : 14 Tahun Reformasi HAM Hanya Menjadi Trend
- Kisah Bocah 8 Tahun Nasehati Koruptor
- Pemimpin Oposisi Malaysia Hadapi Dakwaan Pidana
- Aset Duta Besar AS Dipublikasikan di Internet China
- Mengungkap Misteri Rahasia Kalender Maya
- Kampak Si Penebang Pohon
- Belenggu Hati
- Surat Terbuka untuk Presiden Obama: Dukungan Falun Gong di China
- Apakah Manusia Memiliki Kemampuan Paranormal?
- Peneliti Terus Selidiki Misteri Gunung Padang
- Lukisan Paling Tenang
- Semur Kuping Babi Palsu Ditemukan di China
- Kisah Kaisar Liang Wu
- Pecahkan Kasus Pembunuhan Melalui Serangga





Mozilla Firefox