Era Baru News >> Kesehatan >> Kesehatan >> Dokter yang Bijaksana
Dokter yang Bijaksana
Ditulis oleh Era Baru Rabu, 15 Desember 2010

Dokter yang Bijaksana

Teringat ketika saya masih sekolah, saya mempunyai teman sekelas yang tidak bisa menaikkan berat badan. Dia kurus dan lemah; sakit sepanjang tahun dan tiada hari tanpa obat,  bagaikan sebuah "keranjang obat". Suatu hari ia merasa sangat tidak nyaman dan meminta saya untuk membawanya ke rumah sakit.

Ia duduk di ruang tunggu sampai dipanggil, di ruang perawatan dia mengeluh ke dokter,.. "Saya lemah sejak kecil. Tiada hari yang saya lalui tanpa sakit. Saat anak-anak saya menderita asma, meskipun serangan asma telah berkurang sejak saya bertambah umur. Tapi sekarang – jika bukan sakit perut, pasti sakit kepala; jika tidak nyeri bahu, akan sakit punggung, ketika sakit punggung terasa lebih baik , maka, sakit kaki ... saya sekarang mengalami sakit kepala, sesak dada, batuk dan kelelahan. "

Dokter membalik-balik tumpukan tebal catatan medisnya sebelum teman sekelas saya selesai berbicara. Kemudian dokter meletakan catatan medis di atas meja dan mendekat, "Siapa yang dilahirkan rapuh dan penuh penyakit? Anda seorang anak muda usia dua puluhan. Anda harus penuh energi! Siapa bilang kamu lemah dan tidak sehat? Orang tua Anda? Mungkin mereka tak tahu bahwa mereka membuat anda menderita dengan menyangka bahwa Anda adalah anak yang sakit-sakitan! Pulanglah, tetapi dengarkan saya: tidur lebih awal dan bangun pagi-pagi, dan berolahraga lebih banyak "! Dokter itu tidak meresepkan obat-obatan tetapi hanya melambaikan tangannya dan memanggil pasien berikutnya.

Teman sekelas ini sebelumnya tertinggal jauh dalam pelajaran olahraga dan iri melihat yang lain berlari, bermain basket dan berenang. Sejak mendengar kata-kata dokter dan tidak menggunakan obat, dia mulai berpartisipasi dalam berbagai kegiatan olahraga. Dia bangun lebih awal dari siswa lain, untuk lari pagi. Tak lama kemudian, kesehatannya menjadi lebih baik dan semakin baik, dan dia tidak lagi repot-repot ke dokter atau minum obat setelah itu.

Dia tidak lemah atau sakit-sakitan seperti yang ia bayangkan, orang tuanya telah memberi pandangan salah dalam dirinya sejak usia muda, membuatnya berpikir bahwa ia adalah anak lemah dan sakit-sakitan. Karena itu dia selalu berpikir bahwa dia sakit-sakitan dan tidak berani melakukan apa-apa. Masalah fisik berikutnya benar-benar terjadi: kurang olahraga, sedikit energi yang diperoleh, dan kekebalan semakin menurun, semakin besar kemungkinan baginya untuk mendapatkan sakit.

Mr. Li Hongzhi, penulis buku Zhuan Falun pernah menulis di buku tersebut bahwa orang yang benar-benar sakit adalah tujuh puluh persen sakit psikologis dan tiga puluh persen sakit fisik. Acap kali mental manusia sudah ambruk lebih dulu, sudah tidak berdaya lebih dulu, sehingga beban sangat berat, akan menyebabkan kondisi penyakit berubah dengan cepat, acap kali adalah demikian.

Sebagai sebuah contoh, dahulu ada seseorang diikat di atas tempat tidur, lengannya dipegang lalu diberi tahu akan dikeluarkan darahnya. Kemudian matanya ditutup, dan digores lengannya (padahal sama sekali tidak dilukai untuk mengeluarkan darahnya), dibuka kran air agar dia mendengar suara tetesan.

Dia mengira darahnya menetes ke luar, tidak lama kemudian orang ini pun meninggal. Sebenarnya darah sama sekali tidak dikeluarkan, yang mengalir adalah air ledeng, efek psikologis mengakibatkan kematiannya. Jika anda selalu beranggapan dihinggapi penyakit, boleh jadi akan mengakibatkan diri anda menjadi sakit. 



Pandangan mentalnya menyebabkan masalah fisiknya. Atas saran dokter bijaksana tadi, teman sekelas mengubah pola pikirnya, kondisinya membaik. Selama sisa hidupnya ia terus berbagi pengalaman dengan orang-orang dan mendorong orang untuk olahraga untuk tetap sehat. Dia mengatakan bahwa dokter yang memarahinya dan tidak meresepkan obat adalah dokter terbaik yang telah ditemui!

Sebuah pepatah Tiongkok kuno mengatakan seperti ini, "Pengobatan Tiongkok tidak menggunakan obat." Jadi dokter paling bijaksana yang  menjadi penyembuh pasien adalah tanpa menggunakan obat-obatan. (Erabaru/art)