Era Baru News >> Kesehatan >> Kesehatan >> Akupuntur Membantu Sembuhkan Gejala Hidung Meler Parah
Akupuntur Membantu Sembuhkan Gejala Hidung Meler Parah
Ditulis oleh Epoch Times Selasa, 15 Desember 2009
alt

SYDNEY—Teknik tusuk jarum bangsa Tiongkok membantu menyembuhkan hidung meler dan gejala alergi rhinitis (gangguan sistem kekebalan tubuh yang ditandai dengan respon alergik terhadap serbuk bunga, kutu debu rumah, bulu-bulu, atau jamur) lain, begitulah suatu studi ilmiah menyarankan.

Peneliti Melbourne menguji terapi teknik tusuk jarum tradisional kepada orang-orang yang pengidap alergi rongga hidung yang menetap dan menemukan bahwa teknik tersebut meringankan penderita dari hidung meler, hidung tersumbat, bersin dan sinus.

Studi tersebut diterbitkan dalam Medical Journal Australia, yang merupakan literatur berbahasa Inggris pertama yang meneliti keuntungan-keuntungan teknik tusuk jarum pada orang dewasa penderita alergi rhinitis parah.

Secara umum, biasanya penderita dirawat dengan pengobatan rutin, namun para peneliti menyimpulkan bahwa teknik tusuk jarum ini "mungkin merupakan suatu cara yang efektif dan aman" dari pilihan alternatif tanpa menggunakan obat.

Kepala peneliti Profesor Charlie Xue, dari Pusat Kerjasama Organisasi Kesehatan Dunia untuk Pengobatan Tradisional di RMIT Universitas Melbourne, mendaftar 80 pasien dengan usia antara 16 hingga 70 tahun untuk sesi perawatan dua kali seminggu.

Separuh pasien dirawat dengan teknik tusuk jarum sesungguhnya, dimana jarum ditusukkan sedalam tiga centimeter pada titik-titik akupuntur, sedangkan yang lainnya dirawat dengan terapi palsu, yang disisipkan di tempat yang salah dan dangkal.

Setelah delapan minggu, pasien yang dirawat dengan terapi tusuk jarum yang benar menunjukkan penyembuhan yang lebih besar dibandingkan pasien yang dirawat secara gadungan.

Dan tiga bulan setelah terapi selesai, kelompok ini masih menunjukkan gejala kekambuhan lebih sedikit dibanding sesama penderita.

"Penurunan (gejala) dengan perawatan tusuk jarum, dan efek yang terus-menerus, nampaknya merupakan penemuan secara klinis paling penting menyangkut studi ini," tulis Prof Xue.

Lebih dari tiga juta bangsa Australia menderita alergi rhinitis tetap, suatu efek terparah yang disebabkan oleh alergi terhadap kutu debu rumah dan binatang kesayangan.

Dengan batasan, lebih dari empat hari per minggu dan untuk lebih dari empat minggu.

Secara umum, biasanya perawatan untuk gejala yang meliputi hidung meler, gatal, bersin dan permasalahan lebih luas seperti sakit kepala dan sakit telinga menggunakan obat.

Namun bagaimanapun juga, efek samping dan kebutuhan akan perawatan jangka panjang membuat penderita mencari terapi alternatif.

Penelitian telah menunjukkan bahwa teknik tusuk jarum efektif bagi anak-anak pengidap alergi rhinitif permanen dan pada orang dewasa telah menunjukkan bentuk keringanan dari kondisi tersebut.

Profesor Xue berkata bah-wa belum bisa dijelaskan mengapa perawatan pada riset ini efektif, sementara pada riset lain menunjukkan penghambatan sintesa sitokin (protein dalam tubuh yang menghasilkan sel-sel kekebalan tubuh), mempengaruhi imunologi selular (sistem kekebalan tubuh yang berhubungan dengan sel-sel tubuh), dan merangsang pelepasan endorphin (zat kimia alamiah yang dihasilkan tubuh yang memiliki efek anti nyeri).

"Keterkaitan pada penemuan-penemuan kami ini adalah terbuka atas dugaan/spekulasi," ia menulis. (AAP/feb)