Era Baru News >> Kesehatan >> Kesehatan >> Cegah Kelelahan
Cegah Kelelahan
Ditulis oleh Era Baru Kamis, 07 Januari 2010

altBanyak diantara kita pernah mengawali satu hari dengan membersihkan dan mengatur rumah hanya untuk berakhir kelelahan, dan meninggalkan setumpuk barang yang membuat segala sesuatu di rumah tampak kurang teratur dibanding sebelum kita memulai pekerjaan itu.

Hal yang sama juga terjadi pada mereka yang ingin membentuk tubuh. Mereka menjadwal latihan rutin secara intensif hingga berakhir dengan sakit dan kelelahan setelah mengalami beberapa minggu yang "menyiksa."

Motivasi awal membentuk tubuh, untuk meningkatkan diri (atau rumah) adalah faktor emosi utama yang dapat membantu memulai perubahan baru, namun perubahan itu memerlukan perencanaan yang hati-hati. Mereka harus sesuai dengan persediaan energi dan hidup Anda. Jika tidak, Anda akan menjadi semakin buruk daripada ketika Anda memulai.

Lantas, apa yang harus dilakukan seseorang? Yah, mulai latihan fitness secara perlahan-lahan adalah pendekatan bagus jika Anda tidak memiliki kekhawatiran terhadap kesehatan yang membutuhkan perubahan  secara  cepat  dan  drastis  (seperti diabetes).

Banyak pendekatan fitness dimulai dari faktor waktu. Anda mungkin berpikir, ok, saya akan memulai dengan lima belas menit setiap hari. Hampir semua orang dapat menemukan aktivitas fisik yang diinginkan untuk memulai latihan lima belas menit setiap harinya, bahkan jika itu hanya berjalan santai di sekitar rumah selama lima belas menit, atau menaiki tangga sebanyak lima belas anak tangga.

Pendekatan menyenangkan lain untuk mendapatkan waktu latihan lima belas menit dengan  mendengarkan musik yang membuat Anda ingin bergoyang dan menari mengikuti irama musik setiap hari.

Pendekatan lain untuk memulai sesuatu yang baru adalah mengerjakan dengan tenaga 80 persen dari yang Anda miliki. Saya dan suami memutuskan untuk memasukkan burst training (metode latihan singkat dengan intensitas tinggi yang diikuti dengan periode penyembuhan singkat) ke dalam rutinitas olahraga kami ketika mengajak putri kami berjalan-jalan ke taman di akhir pekan.

Taman tersebut memiliki halaman rumput yang lembut dan berbukit-bukit. Kami menginginkan latihan sedikit keras agar bagus untuk kami. Meskipun kami saling mengingatkan agar tetap menahan diri, namun kami merasa tidak dapat meneruskan latihan setelah mengerjakan empat burst training. Saya merasa mual dan suami merasa kelelahan.

Target kami menyelesaikan enam burst training, setelah berusaha keras, tidak satu pun dari kami yang berminat untuk meneruskannya, tidak sekarang, tidak seterusnya. Ini adalah contoh sempurna latihan terlalu keras hingga kelelahan.

Kami akan melakukan burst training kembali minggu depan, namun untuk saat itu, kami akan melakukannya dengan lebih ringan. Hanya perlu diketahui bahwa saya tidak akan memaksakan diri terlalu keras lagi, yang memberi kesempatan agar saya tetap termotivasi untuk melanjutkan latihan.

Ketika memutuskan untuk mulai latihan keras secara rutin, jika Anda sangat kelelahan hingga tidak dapat berjalan selama satu minggu, Anda jelas berlatih terlalu keras. Latihan beban terkadang juga sedikit menipu, sehingga tidak menyadari jika Anda melakukan terlalu keras sampai di hari berikutnya Anda merasa tidak dapat bergerak.

Pastikan untuk menghormati diri Anda dan mendengarkan sinyal-sinyal tubuh Anda ketika berlatih. Jika Anda tidak merasa kelelahan sama sekali di hari berikutnya, walaupun Anda telah berlatih keras, mungkin Anda dapat menambah porsi latihan sedikit lebih keras pada latihan berikutnya. Mengalami cedera hanya akan memperbesar risiko dibandingkan memperpanjang waktu latihan sampai mencapai hasil yang Anda inginkan.

Satu hal yang perlu diingat ketika melakukan pendekatan mudah ini, yakni pendekatan ini juga rentan labil. Jika Anda tidak mengupayakannya dengan keras, akan mudah berubah setiap kali Anda lebih aktif, namun sekali tubuh Anda terbiasa pada aktivitas tambahan tersebut, umumnya perlu untuk mengubah kebiasaan rutinitas agar tetap menantang. Hanya ingat, jangan berlatih terlalu keras. (Tysan Lerner/The Epoch Times/feb)