| Polisi Lakukan Analisis Jaringan di Balik Syarif |
| Nasional - Peristiwa |
| Ditulis oleh Era Baru News | Selasa, 19 April 2011 |
|
Jayapura - Aparat kepolisian sedang melakukan analisis terhadap jaringan teroris di balik Muchammad Syarif, pelaku bom bunuh diri di Masjid Az Dzikra komplek Polresta Cirebon, setelah memastikan pelaku melalui uji DNA dan sidik jari. Kepala Divisi Humas Mabel Polri Irjen Anton Bahrul Alam kepada pers di Jayapura, Selasa (19/4) (19/4) mengatakan, untuk mengungkap dan memastikan pelaku, polisi harus teliti, sehingga penyampaikan informasi ke publik sempat tertunda. Ketelitian dan kejelian, kata jenderal polisi berbintang dua itu, juga diperlukan dalam menelusuri jaringan yang berada di belakang Muchammad Syarif. "Sekarang, anggota kami sedang mencari, menganalisis siapa dia. Karena itu kita tunggu dahulu, mereka sedang bekerja keras untuk mengungkap kasus Syarif," katanya. Dia dengan yakin menyebutkan bahwa pelaku pengeboman di masjid di komplek Mapolresta Cirebon Jumat 15 April lalu adalah Muchammad Syarif. Keyakinan itu didasarkan atas dua hal yakni uji DNA dan sidik jari pada SIM pelaku, yang juga dilakukan dengan sangat teliti. Keyakinan Irjen Pol Anton Bahrul Alam itu, juga sejalan dengan pengakuan ayah pelaku di Cirebon Abdul Ghofur. Ghofur pun menyatakan keyakinannya bahwa pelaku bom bunuh diri di Masjid Az Djikra Jumat pekan lalu adalah putranya, Muchammad Syarif, setelah melihat cirri-ciri pelaku yang dirilis Mabes Polri. Anton Bahrul Alam tiba di Jayapura, ibu kota Provinsi Papua pada Senin (18/4) dan pada Selasa siang melakukan silaturahim dengan insan pers di kota paling timur Indonesia itu. Pertemuan dengan pekerja pers di Jayapura itu, dimaksudkan untuk menjalin hubungan yang lebih harmonis dengan berbagai elemen bangsa, sebagai salah satu dari dua desain besar Mabes Polri. Desain pertama, kata dia, adalah meraih kepercayaan masyarakat. Untuk meraih kepercayaan publik dan desain kedua yakni membangun kemitraan yang lebih luas, Divisi Humas Polri merasa perlu menggandeng tangan para pekerja media, agar bersama-sama mengemban misi kemanusiaan yakni menegakkan yang hak dan memberantas yang batil. Hanya, untuk mengungkap Syarif masuk dalam kelompok teroris mana, Irjen Pol Anton Bahrul Alam minta publik untuk bersabar, karena kepolisian sedang bekerja keras untuk mengungkap jaringan di belakang pelaku dan kemungkinan-kemungkinan lain.(ant/yan) |

Mozilla Firefox