| Menhan Minta Kecelakaan Pesawat Glider Diseliki Intensif |
| Nasional - Peristiwa |
| Ditulis oleh Era Baru News | Jumat, 29 April 2011 |
|
Yogyakarta - Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro meminta agar kecelakaan pesawat jenis glider yang terjadi di kompleks Akademi Angkatan Udara Yogyakarta diselidiki intensif sehingga penyebabnya bisa segera diketahui. "Sudah ada tim teknis yang menyelidikinya, dan saya juga minta agar penyelidikan itu dilakukan dengan teliti," kata Purnomo usai membuka ASEAN Defence Senior Officials Meeting (ADSOM) Plus di Yogyakarta, Jumat (29/4). Oleh karena itu, Purnomo menyatakan belum dapat memberikan pernyataan apapun terkait kecelakaan yang terjadi pada Kamis sore (28/4) sehingga menyebabkan dua awak pesawat tewas yaitu pilot Sersan Satu TNI Ninang Siwiyono dan siswanya Sersan Karbol Habiburahman. "Semuanya, harus diselidiki. Apakah kecelakaan tersebut disebabkan adanya kesalahan dalam perangkat atau kesalahan manusianya, atau sebab-sebab lainnya," katanya yang juga akan meminta laporan terkait penyelidikan kecelakaan tersebut. Purnomo mengatakan, pesawat latih tanpa mesin tersebut termasuk dalam alat utama sistem senjata (alutsista) yang digunakan untuk kepentingan pertahanan negara. "Tidak dapat dipungkiri jika alutsista untuk kepentingan pertahanan memang sudah tertinggal sejak 12 tahun lalu. Apalagi sejak krisis ekonomi 1998, industri pertahanan juga dihentikan. Namun, kini hal tersebut menjadi prioritas pada program kerja kabinet sekarang," ujarnya. Dengan kondisi perekonomian dan jumlah anggaran belanja sebanyak Rp1.200 triliun dengan prediksi mampu meningkat menjadi Rp1.700-Rp1.800 triliun pada kahir anggaran, diharapkan mampu mendukung kemajuan di bidang pertahanan Indonesia. "Jika ekonomi kuat, maka alutsista dapat dibangun sehingga keamanan dan pertahanan Indonesia dapat diperkuat," katanya. Purnomo menyebut, negara yang besar tidak hanya ditandai oleh kondisi perekonomian yang kuat tetapi juga pertahanan yang kuat. "Ini untuk menimbulkan efek gentar bagi negara lain," lanjutnya.(ant/yan) |

Mozilla Firefox