| Ribuan Anjing di Bali Dimusnahkan |
| Nasional - Peristiwa |
| Ditulis oleh Era Baru News | Selasa, 10 May 2011 |
|
Gianyar - Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Gianyar, Bali tercatat telah mengeliminasi sebanyak 13.723 ekor anjing liar guna mencegah dan menekan penyebaran penyakit rabies. "Eleminasi terhadap anjing sebanyak itu telah kami lakukan sejak 2008, yakni sejak penyakit rabies mulai merebak di sejumlah daerah di Pulau Dewata," kata Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Gianyar, Dewa Gede Amarta, di Gianyar, Selasa (10/5). Ia menyebutkan, sejak 2008, eliminasi terus-menerus dilakukan, terlebih pada tahun ini jumlahnya tergolong yang cukup besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. "Kami terpaksa melakukan eliminasi dalam jumlah yang cukup besar sehubungan isu rabies kembali merebak, setelah pada 2009 sempat mereda," katanya. Belakangan, lanjut dia, isu penyakit rabies merebak hampir di seluruh kabupaten dan kota di Bali. Sehubungan dengan itu, kata dia, pihaknya selain mengambil langkah eliminasi, juga memberikan vaksinasi terhadap ribuan anjing piaraan milik penduduk setempat. "Eliminasi kebanyakan kami dilakukan atas permintaan warga. Jadi, kami hanya memfasilitasi saja," katanya. Setelah anjing itu dieleminasi, jelas dia, biasanya warga langsung mengubur binatang itu di wilayah desanya. "Penguburan itu juga atas perminataan masyarakat," ujarnya menjelaskan. Untuk langkah vaksinasi, Amarta menyebutkan, telah dilakukan pihaknya terhadap anjing yang selama ini tidak termasuk binatang liar di jalanan. "Kami cukup gencar melakukan vaksinasi sejak awal tahun ini terhadap ribuan anjing piaraan di Kabupaten Gianyar," katanya.
Setelah vaksinasi pertama pada 2010, lanjut dia, kini di tahun 2011 pihaknya kembali melakukan vaksinasi serupa. Untuk jumlah anjing liar maupun piaraan di Kabupaten Gianyar, seluruhnya sempat terdata sebanyak 49.000 ekor. Sebelum dilakukan langkah vaksinasi, kata Dewa Amarta, pihaknya terlebih dahulu melakukan sosialiasi ke masing?masing kecamatan, untuk selanjutnya diteruskan sampai ke tingkat desa dan dusun. "Kalau sudah sepakat, kami bersama warga langsung turun ke lapangan," ujarnya. Selain langkah eliminasi dan vaksinasi, ucap Amarta, pihaknya juga terus-menerus menekankan kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga anjing piaraan, dengan kata lain tidak membiarkannya liar. "Bila dibiarkan liar, tentu anjing?anjing akan tertular untuk kemudian ikut menyebarkan penyakit rabies di masyarakat," katanya. Ia menyebutkan, kendatipun di tahun ini belum ada warga Gianyar yang terjangkit penyakit rabies, namun upaya pencegahan tetap dilakukan. "Pemberantasan terhadap penyakit mematikan yang disebabkan oleh gigitan anjing itu, telah kami jadikan langkat prioritas," ujarnya menandaskan.(ant/yan) |

Mozilla Firefox