Dua Pelaku Penembakan Diperiksa Terkait Terorisme
Nasional - Peristiwa
Ditulis oleh Era Baru News Jumat, 27 May 2011

Jakarta - Kepolisian Negara RI memeriksa dua pelaku penembakan tiga anggotanya di Palu, Sulawesi Tengah, pada hari Rabu (25/5) terkait dugaan terorisme.

"Saat ini masih dilakukan pendalaman pemeriksaan terhadap dua pelaku terkait dugaan terorisme," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Jumat (27/5).

Polda Sulawesi Tengah dibantu Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dan Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri masih melakukan pendalaman terkait kasus penembakan anggotanya, ujarnya.

"Faktanya pelaku ingin memiliki senjata dengan menembak anggota dan merebut senjata api," kata Boy.

Boy mengatakan bahwa senjata yang direbut oleh pelaku tentunya untuk melakukan misi.

"Mengenai misi pelaku, masih melakukan pendalaman untuk mengungkap lebih jauh," kata Boy.

Saat ini, polisi telah menangkap dua pelaku penembakan yakni F kelahiran tahun 1988 dan H kelahiran tahun 1984, ujarnya.

"Kedua pelaku F dan H ditangkap pada hari Rabu (25/5) di Kecamatan Palolo, di jalan raya menuju Donggala. Saat polisi melakukan razia," kata Boy.

Dari dua pelaku, polisi mengamankan tiga senjata api laras panjang yakni Jungle Karaben yang digunakan untuk menembak polisi, kemudian M16 dan P2 adalah senjata yang dirampas dari korban penembakan, kata Kabag Penum.

Akibat penyerangan tersebut dua anggota polisi tewas yakni Bripda Prawira dan Bripda Gustiar Yudhistira, sedangkan Bripda Deddy Edwar mengalami luka akibat diberondong tembakan di depan Bank Central Asia (BCA), Palu, Rabu (25/5) di Jalan Emy Saelan jam 11.30 Wita.

Dua polisi tewas di tempat kejadian, mereka adalah anggota yang sedang bertugas menjaga bank dan sentra ekonomi.

Pelaku menembak menggunakan senjata laras panjang dan merebut senjata laras panjang milik anggota yang ditembak dengan mengendarai sepeda motor langsung melarikan diri, katanya.

Dua anggota Polri dari obyek vital yang tewas, setelah peluru tembakan itu mengenai dada dan bagian leher para korban.(ant/yan)