Penumpang Kembali Sandra Petugas Lion Air
Nasional - Peristiwa
Ditulis oleh Era Baru News Selasa, 07 Juni 2011

lionairJakarta - Penumpang kembali menyandera seorang petugas Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (6/6) malam. Penumpang kesal karena pesawat tujuan Yogyakarta tak kunjung berangkat hingga larut malam.

"Pesawat JT 564 harusnya berangkat pukul 18.00 WIB, penumpang kesal karena tidak ada penjelasan dari maskapai dan tidak ada petugas di ruang boarding," tutur seorang petugas bandara Soekarno Hatta.

Penyanderaan bermula saat seorang petugas Lion Air melintas di sekitar ruang bording pada pukul 21.00 WIB. Sejumlah penumpang menyeret petugas tersebut ke ruang ramp Lion Air. Padahal ruang tersebut seharusnya clear (bersih) dari penumpang dan bukan tempat umum.

Akhirnya, para penumpang pun ditemui duty manager dan pesawat diberangkatkan pukul 23.00 WIB.

Sebelumnya, penumpang JT 095 rute Pekanbaru-Jakarta juga mengaku ditelantarkan pada Minggu (5/6). Pesawat yang seharusnya berangkat pukul 18.15 WIB, tidak kunjung berangkat hingga 23.30 WIB. Penumpang pun mengamuk dan 'membajak' pesawat. Pesawat pun diterbangkan pukul 02.30 WIB.

Selain itu, penumpang Lion Air Jakarta-Palu juga mengalami hal yang sama dan berang. Menurut salah satu penumpang, Sam Purnama, seharusnya pesawat berangkat pada Minggu (5/6) pukul 17.00 WIB. Namun hingga pukul 22.00 WIB tak ada kepastian.

Para penumpang pun protes dan menyandera dua pilot dan empat kruĀ  pesawat. Drama 'penyanderaan' berakhir pada pukul 02.00 WIB, Senin (6/6) dini hari. Para penumpang menuju Palu pun diterbangkan dengan pesawat Sriwijaya Air.

Kekacauan pengaturan sistem kru diduga menjadi pemicu tertundanya penerbangan Lion AIr dalam waktu yang cukup lama.

"Saya akui ada banyak kejadian delayed, khususnya pada pesawat yang terbang di atas pukul 17.00 WIB. Penyebabnya ketidaksinkronan pengaturan sistem kru," ujar Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait, Senin (6/6).

Hingga Selasa (7/6) pagi kekacauan sistem tersebut masih belum teratasi. Walau kekacauan ini bukan yang pertama kali terjadi terhadap sistem yang digunakan sejak Februari 2011 oleh Lion Air.(adi/waa)