Letusan Papandayan Garut Diantisipasi
Nasional - Peristiwa
Ditulis oleh Era Baru News Jumat, 02 September 2011

gunungmeletusJakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana melakukan langkah antisipasi kemungkinan meletusnya Gunung Papandayan di Garut, Jawa Barat. Juru bicara BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan BNPB bersama PVMBG dan BPBD Garut telah menyiapkan rencana kontijensi.

"Perencanaan kontinjensi merupakan dokumen manajemen yang digunakan untuk memastikan adanya pengaturan yang memadai dalam mengantisipasi suatu krisis," ujar Sutopo dalam situs resmi BNPB, Jumat (2/9/2011).

Status Gunung Api Papandayan telah dinaikkannya dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III) sejak 13 Agustus 2011 oleh PVMBG. Namun, hingga saat ini tidak ada perubahan yang signifikan sejak ditetapkan Siaga.

"Semua parameter aktivitas gunungapi masih menunjukkan peningkatan di atas rata-rata normalnya. Pada 1 September 2011, terekam 48 kali gempa vulkanik dangkal, 1 kali gempa vulkanik dalam, dan asap putih tipis tinggi 20 meter," sambung Sutopo.

Lebih lanjut Sutopo menjelaskan, dalam manajemen krisis tersebut, jika terjadi letusan Gunung Papandayan dengan skenario terburuk, maka wilayah yang terancam bencana sebanyak 5 kecamatan yang didalamnya terdapat 20 desa.

Lima kecamatan tersebut adalah Cisurupan (10 desa), Pamulihan (4 desa), Bayongbong (2 desa), Pakenjeng (2 desa), dan Sukaresmi (2 desa). Jumlah penduduk yang terkena dampak letusan Gunung Papandayan diperkirakan sekitar 171.744 jiwa. Tidak seluruh penduduk tersebut harus mengungsi. Diperkirakan jumlah pengungsi mencapai 11.544 orang.

Wilayah dengan radius 2 km (KRB III atau Kawasan Rawan Bahaya III) adalah kawasan paling berpotensi terlanda terlanda awan panas, aliran lava dan gas beracun. Wilayah dengan radius 4 km (KRB II) adalah kawasan berpotensi terlanda lontaran batu pijar dan hujan abu lebat. Sedangkan pada wilayah dengan radius 6 km (KRB I) dari pusat erupsi berpotensi terlanda hujan abu lebat dan kemungkinan lontaran batu pijar.

Tujuh lokasi yang disiapkan untuk tempat pengungsian adalah halaman Kantor Kecamatan Sukaresmi, Yonif 303 Cibuluh dan di SKB Cisurupan, halaman Kantor Kecamatan Pamulihan, halaman Kantor Kecamatan Pakenjeng, lapangan Banyongbong, lapangan Ibrahim Ajie, dan lapangan Ngamplang.(adi/waa)