|
Nasional -
Peristiwa
|
|
Ditulis oleh Era Baru News
|
|
Jumat, 23 September 2011 09:14 |
|
Jakarta - Pada Jumat, 23 September 2011 Kuota bahan bakar gas (BBG) untuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas Pinang Ranti, Jakarta Timur akan habis. Perjalanan tiga koridor bus Transjakarta yang mengisi BBG rutin di SPBG tersebut terancam terganggu.
"Pada tanggal 23 nanti, kuota gas mencapai batas, tetapi ini hanya di SPBG Pinang Ranti," kata Kepala Badan Layanan Umum Transjakarta, M. Akbar.
Pengguna bus TransJakarta kemungkinan harus menunggu bus lebih lama dari biasanya. Diperkirakan layanan akan normal kembali pada 1 Oktober.
"Minggu lalu kami dapat surat pemberitahuan dari pihak SPBG Pinang Ranti. Dalam surat itu, pengelola mengatakan bahwa besok Jumat kuota BBG di Pinang Ranti habis. Sehingga mulai besok tidak melayani penjualan BBG," sambung M Akbar.
Menurutnya, bus TransJ yang paling terganggu layanannya adalah yang beroperasi di Koridor IX (Pinang Ranti-Pluit) dan Koridor X (Cililitan-Tanjung Priok). Sebab bus-bus yang melayani kedua koridor itu biasanya mengambil BBG dari SPBG Pinang Ranti.
SPBG Pinang Ranti yang disalurkan melalui T Energi melayani armada bus Tranjakarta koridor V (Kampung Melayu-Ancol), koridor IX (Pinang Ranti-Pluit), dan koridor X (Cililitan-Tanjung Priok). Untuk mengantisipasinya, pengisian BBG bus di ketiga koridor tersebut akan dialihkan ke SPBG Daan Mogot, Kampung Rambutan, dan Pancoran.
Akbar mengatakan pihaknya sedang melobi Perusahan Gas Negara untuk menambah kuota BBG di SPBG Pinang Ranti. Apalagi, kata dia, penyebab menipisnya kuota BBG untuk SPBG Pinang Ranti adalah gangguan mesin selama seminggu di SPBG Daan Mogot dan Kampung Rambutan beberapa waktu lalu sehingga pengisian BBG dialihkan semuanya ke SPBG Pinang Ranti.
Jika sudah mencapai kuota, pihak swasta yang menyalurkan BBG ke SPBG Pinang Ranti akan menaikkan harga SPBG per liter setara premium (lsp) tiga kali lipat dari harga biasanya. Padahal, SPBG wajib menjual BBG per lsp dengan harga normal, yakni Rp 3.100.(sus) |