|
Jakarta - Satelit UARS milik Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA akhirnya menghujam bumi. UARS dikabarkan jatuh di perairan Samudera Pasifik dekat Kanada, Benua Amerika.
"Satelit UARS (Upper Atmosphere Research Satellite) yang diluncurkan pada 12 September 1991 akhirnya dinyatakan jatuh (mengalami atmospheric reentry) pada siang ini (24 Septermber 2011) di atas Samudera Pasifik," demikian keterangan tertulis yang dirilis website Dirgantara Lapan, Sabtu (24/9/2011).
Rilis Lapan tersebut mendukung pernyataan NASA dan Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
Sementara itu, pecahan dari rongsokan sebesar Bus Kota tersebut dilaporkan tercecer di daratan Kanada dan Afrika. Belum ada laporan serpihan yang mengandung radiasi tinggi itu jatuh di Indonesia.
Sebelumnya, Kawasan Kepulauan Indonesia sempat menjadi kawasan yang dikhawatirkan akan dihujam oleh satelit tersebut.
Rilis Dirgantara Lapan menjelaskan pada awal beroperasi tahun 1991 satelit milik Amerika Serikat ini berketinggian sekitar 575 x 580 km. Ketinggian terkecil 575 km disebut perigee dan ketinggian terbesar 580 km disebut apogee. Dengan kemiringan orbit (disebut inklinasi) sebesar 57 derajat dan bentuk orbit yang hampir lingkaran.
"Setelah dinyatakan pensiun pada 2005, UARS diturunkan ketinggiannya hingga perigee-nya mencapai 360 km sedang apogee-nya hanya diturunkan menjadi 510 km. Sehingga ketinggian orbit yang baru adalah 360 x 510 km. Akibatnya orbit menjadi lonjong dengan kemiringan orbit tetap 57 derajat," sambung Rilis tersebut.
Satelit tersebut diturunkan agar jatuh lebih cepat ke bumi (reentry). Dengan demikian resiko yang mungkin terjadi akibat satelit meledak atau bertabrakan dengan benda antariksa lain sehingga menimbulkan banyak serpihan yang menambah populasi sampah antariksa dapat dihindari.
Hasil casualty risk assessment yang dilakukan NASA pada 2002 menunjukkan bahwa resiko adanya korban jiwa akibat jatuhnya UARS sangatlah kecil. Walau diperkirakan 532 kg dari 5,6 ton total massanya tidak habis terbakar di atmosfer sehingga ada beberapa komponen yang bisa sampai ke permukaan bumi.
Setelah hampir 6 tahun mengembara sebagai sampah antariksa, hambatan atmosfer yang semakin rendah semakin padat akhirnya menyebabkan UARS jatuh ke bumi pada Sabtu (24/9/2011).(adi/waa) |