WNI Luka-luka Lumpuhkan Pembajak Somalia
Nasional - Peristiwa
Ditulis oleh Era Baru News Senin, 07 November 2011

altJakarta - Enam Warga Negara Indonesia (WNI)  berhasil melumpuhkan pembajak Somalia saat sedang disandera. Namun, dalam peristiwa perlawanan itu ada WNI yang mengalami luka-luka. Hal ini dinyatakan oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, usai rapat bersama di Kementerian Koordinator Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (7/11).

"Kabarnya ada beberapa ABK (Anak Buah Kapal) yang terluka ringan," kata Marty.

Marty menilai bebasnya para sandera karena upaya perlawanan itu merupakan kabar baik. Namun ia  tidak merinci siapa warga Indonesia yang menjadi korban luka akibat peristiwa penyelamatan diri itu. Menurutnya kasus-kasus penyanderaan oleh pembajak Somalia bukan hanya menjadi permasalahan Indonesia, tetapi merupakan masalah internasional.

"Ratusan warga negara asing telah disandera oleh pembajak Somalia. Ini masalah multilateral yang menyeluruh sehingga langkah-langkah pencegahan dan pemberantasannya harus secara menyeluruh," kata Marty.

Para WNI itu menjadi sandera pembajak Somalia sejak Jumat, 4 November 2011 lalu. Mereka adalah awak kapal penangkap ikan berbendera Taiwan.  Keenam WNI merupakan awak Chin Yi Wen, sebuah kapal ikan berbendera Taiwan  yang dibajak di Samudra Hindia. Kapal itu berawak 28 orang, yang terdiri dari sembilan WN China, delapan WN Filipina, enam WN Indonesia, dan lima WN Vietnam. Kapal itu kehilangan kontak pada Jumat (4/11) dan diyakini menjadi korban bajak laut Somalia.

Kantor berita Central News Agency melaporkan, awak kapal berhasil melawan para perompak yang menguasai kapal mereka. Menurut kantor berita Taiwan itu, perlawanan terhadap para perompak itu terjadi pada Sabtu (5/11) sekitar pukul 20.00 GMT.

Mereka berhasil meninggalkan perairan itu dengan panduan dari sejumlah kapal antiperompak milik Inggris. Tiga kru mereka mengalami luka ringan, tetapi tidak disebutkan kewarganegaraannya. (sus/rhb)