Puncak Hujan Meteor Leonids Dinihari Nanti
Nasional - Peristiwa
Ditulis oleh Era Baru News Kamis, 17 November 2011

altJakarta - Hujan meteor Leonids akan menyuguhkan pertunjukan yang dini hari nanti. Puluhan meteor akan menghiasi angkasa.

Para ahli astronomi meramalkan hujan meteor akan terjadi pada  Selasa subuh waktu Amerika Serikat dan Eropa atau Rabu (18/11) dini hari waktu Indonesia Bagian Barat.


"Bisa disaksikan sesudah pukul 02.00 WIB, puncaknya sekitar dinihari nanti," kata peneliti astrofisika-astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaludin, Kamis (17/11).

Pada tahun ini tidak banyak meteor yang dihasilkan, hanya sekitar 20 meteor per jam. Menurut Djamaluddin, hujan meteor ini bisa dilihat di langit utara, di rasi bintang Leo. Rasi ini memiliki dua bintang besar yakni Regulus di atas dan Denebola di bawah.

Hal ini adalah  fenomena tahunan. Belakangan kuantitas meteornya menurun. Di akhir 90-an dan awal tahun 2000-an cukup besar hujan meteornya. Sampai ribuan dan disebut badai Leonids.

Ketebalan debu yang tidak seragam menjasi penyebab bervariasinya jumlah meteor ini. Meteor ini merupakan serpihan dari komet Tempel–Tuttle yang melintas secara periodik.

"Saat ini adalah pasca purnama, kemungkinan masih ada sedikit gangguan cahaya. Untuk bisa melihat hujan meteor ini harus terbebas dari polusi cahaya, cerah, dan medan pandang ke arah utara tidak terhalang," jelas Djamaluddin.

Komet Tempel-Tuttlenya telah dikenal sejak 1366 dan terakhir teramati mendekati bumi tahun 1965 dan awal 1998. Sedangkan hujan meteornya telah dikenal jauh sebelumnya, sejak tahun 585.

Jika kuantitasnya beberapa meteor per jam, disebut hujan meteor Leonid biasa. Sebenarnya tampak setiap tahun sekitar 14-19 November dengan puncaknya pada 17-18 November.

Namun, sewaktu-waktu menjadi badai meteor bila komet induknya mendekati bumi. Badai meteor Leonid terakhir teramati 1965, 1966, dan 1998 lalu. Badai meteor Leonid 1966 merupakan badai meteor terbesar dengan jumlah sekitar 150.000 meteor per jam.

Diatas langit Indonesia dan China, puncak hujan meteor akan terjadi sebelum fajar besok. Pemandangan indah pendaran sekitar 300 meteor per jam bisa kita saksikan di lagit nusantara, asalkan langit tidak mendung.

Jika ingin menyaksikan hujan meteor dengan mata telanjang, sebaiknya menjauhi terang lampu perkotaan. Semakin gelap langit, makin jelas meteor terlihat. (sus)