Kolaborasi Kontemporer dan Kaligrafi untuk Pekan Budaya Tionghoa
Nasional - Peristiwa
Ditulis oleh Wayan Adi/ Erabaru News Kamis, 26 Januari 2012

altYogyakarta – Kolaborasi seni tari kontemporer dengan seni kaligrafi akan menjadi acara unggulan pembukaan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta VII. Kolaborasi tersebut akan dibawakan seniman tari Didik Hadiprayitno, SST dan Sidik W Martowidjojo.

“Kami sedang mempersiapkan diri untuk pembukaan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta VII. Sebentar lagi mau latihan dengan om Sidik,” ujar Didik Hadiprayitno ketika ditemui di rumahnya, di Yogyakarta, Selasa (24/1/2012).

Pemilik nama Tionghoa Kwee Tjoen Lian yang mendapatkan darah Tionghoa dari sang Kakek dan Ayahnya ini mengatakan, tarian nantinya akan lebih bernuansa oriental. Namun, tidak menutup kemungkinan tari yang akan dibawakannya ini akan bernuansa akulturasi.

“Saya kan punya dasar gerak dan mendalami tari Jawa, Bali, Jepang, Tiongkok juga. Jadi, dengan berbekal banyak dasar tersebut, saya memiliki banyak perbendaharaan tekhnik tari. Tunggu saja kejutannya di Pekan Budaya Tionghoa,” sambung Didik yang populer dengan nama Didik Nini Thowok ini. 

Sementara itu, Sidik W Martowidjojo di tempat yang sama mengatakan, akan berusaha menampilkan yang terbaik. Dia berharap kemampuan menari yang sempat ditekuninya waktu kecil masih bisa digalinya.

“Mudah-mudahan masih bisa menari (dengan baik). Waktu kecil pernah belajar (menari). Jadi liat saja nanti di Pekan Budaya Tionghoa,” ujar Sidik sambil melempar senyum khasnya.

Sidik sendiri saat ini menekuni seni lukis perpaduan Tionghoa dan Barat. Pemilik Galery lukis Sidik W Martowardjojo di Jakarta ini memadukan tekhnik melukis Tiongkok kuno dengan motif Seni Lukis Eropa.

Didik dan Sidik pun berharap penampilan mereka nanti bisa semakin membangkitkan semangat jiwa seni budaya masyarakat Tionghoa di tanah Jawa, baik seni budaya Tionghoa, Jawa ataupun seni budaya yang sudah mengalami akulturasi.

Pekan Budaya Tionghoa VII sendiri akan menghadirkan pentas seni, lomba karaoke Mandarin, lomba bahasa Mandarin, wayang Po Tay Hie, fortune teller, bazzar dan kuliner, serta Karnaval Budaya Jogja Dragon. PBT VII digelar di Ketandan pada 2 hingga 6 Februari 2012.(adi/waa)