Atasi Massa Rusuh, Polisi dan TNI Gelar Pasukan
Nasional - Peristiwa
Ditulis oleh Era Baru News Rabu, 01 Februari 2012

aksi massa, demo buruh, gelar pasukan, TNI, PolisiJakarta – TNI dan Polisi melaksanakan upacara gelar pasukan untuk mengatasi aksi unjuk rasa rusuh. Aksi itu dinilai menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Gelar pasukan diikuti oleh 2.160 personel dari Polda Metro Jaya, 2.074 personel dari Mabes Polri dan 1.000 personel dari Pomdam Jaya.

Upacara gelar pasukan dilaksanakan di Parkir Timur Senayan Jakarta yang dipimpin oleh Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Untung S. Rajab dan Pangdam Jaya, Mayjen TNI Waris.

Kapolda Metro Jaya Irjen Untung S.Rajab mengatakan apel gabungan dari personil Polisi dan TNI tersebut bertujuan untuk mengatasi aksi massa rusuh. Aparat dalam hal ini sesuai dengan tugasnya bertujuan untuk melindungi dan melayani masyarakat.

“Apel ini bertujuan untuk menghadapi tugas yang sangat berat, kita melayani masyarakat dan melindungi masyarakat,” kata Untung, Rabu (1/2).

Unjuk rasa yang digelar sekelompok masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya merupakan hak masyarakat. Namun demikian, aksi massa tersebut hendaknya dilakukan dengan aman, damai dan tertib. Aksi unjuk rasa tersebut diharapkan tidak berlangsung dengan rusuh.

“Ketika masyarakat menuntut haknya, itu hak mereka. Yang tidak baik jika mereka melakukan pelanggaran hukum," jelas Kapolda.

Kapolda saat gelar pasukan berpesan kepada petugas untuk melaksanakan tugas dengan baik. Petugas saat melakukan pengamanan tidak bertujuan untuk menindak massa yang menggelar unjuk rasa. Namun petugas bertujuan menindak perilaku kejahatan bukan pelakunya.

“Yang kita perangi adalah prilaku kejahatan bukan orangnya, jadi prilakunya yang harus diperangi,” pesan Kapolda.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Waris mengatakan pihaknya akan melakukan pendekatan yang komunikatif mengatasi aksi massa, karena menyampaikan aspirasi merupakan hak rakyat. TNI dalam hal ini bertugas untuk membantu polisi untuk menjaga ketertiban aksi demo dan menjaga objek-objek vital.

“Beberapa waktu lalu kita di cikarang menjaga kegiatan buruh, tapi kami bisa mengendalikan dengan baik, kami ada di belakang Polri,” kata Pangdam. (mas/asr)