| Aksi Buruh Ricuh Batam Mencekam |
| Nasional - Nasional |
| Ditulis oleh Era Baru | Kamis, 24 November 2011 |
|
Di perempatan jalan-jalan protokol seperti di Simpang Jam, Simpang Baloi, asap mengepul dari ban-ban yang sengaja dibakar.
Warga Batam yang beraktivitas di berbagai wilayah industri di Batam pun ketakutan. Mereka berbagi pesan melalui jejaring sosial, facebook, twitter, blackberry messenger (bbm) dan lain-lain.
“Teman-teman hati-hati, aksi demo ricuh, jangan sampai jadi korban peluru karet nyasar pak polisi,” pesan bbm, Susan, warga Baloi, Batam.
Kericuhan bermula saat ribuan buruh industri dari berbagai wilayah di Batam, turun ke jalan pada Rabu (23/11) dan Kamis (24/11) menuntut kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) yang selama ini hanya diterima sebesar Rp1.180.000.
Besaran UMK yang disodorkan pengusaha sebesar Rp1.260.000 dinilai merendahkan buruh, karena tidak sebanding dengan biaya hidup di Batam yang tinggi. Para buruh menuntut UMK sesuai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sebesar Rp. 1,700.000,-.
Aksi di depan kantor Walikota Batam, di Batam Center ini, semula damai namun menjadi anarkis saat pihak pendemo tidak ditemui oleh Ahmad Dahlan, Walikota Batam. Bahkan kabarnya orang nomor satu di Batam ini menghindar ke Singapura. Ironisnya hampir seluruh jajaran Muspida tidak ada di tempat.
Tak pelak lagi para pendemo dari aliansi berbagai serikat buruh ini, mengepung kantor Walikota Batam. Mereka berusaha merangsek masuk gedung itu, namun dihalang-halangi aparat kepolisian dan satpol PP. Akibatnya kedua pihak saling lempar batu dan benda lainnya. Keadaan semakin tak terkendali. Kaca-kaca di kantor Walikota itu pecah kena lemparan batu.
Keadaan semakin kacau saat aparat membalas dengan tembakan peluru karet kearah pendemo. Hasilnya puluhan pendemo luka-luka baik berat maupun ringan. Sampai Kamis (24/11) hari ini pun aksi anarkis masih terjadi.
Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kepri, Edwin berharap agar aparat tidak menggunakan cara-cara kekerasan untuk menghadapi buruh. Menurutnya buruh hanyalah masyarakat kecil yang membayar pajak dan menuntut diperhatikan kesejahteraan mereka. Menurutnya para buruh akan bertambah beringas akibat aksi aparat kepolisian yang main tembak.
"Kami mau aksi berjalan damai. Namun jika aparat memulai terlebih dahulu, akan kami layani," tegasnya.
Imbasnya ratusan ekspatriat yang bekerja di beberapa kawasan industri di Batam ketakutan. Banyak dari mereka berencana keluar dari Batam ke Singapura, hingga persoalan tuntutan para buruh direalisasikan.
Sementara itu berbagai pihak menyayangkan peristiwa ini. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam memperkirakan kerugian akibat aksi mogok buruh di Batam mencapai US$3 Juta per hari. Kerugian imaterial lainnya termasuk tertundanya keberangkatan pesawat dari Bandara Hang Nadim.
"Semua pihak harusnya menahan emosi, agar jumlah kerugian akibat aksi ini tidak membengkak," komentar Ketua Kadin Kota Batam Nada F Soraya, Kamis (24/11).
Dari gedung wakil rakyat di Jakarta, para anggota DPR, mengecam keras Walikota Batam Ahmad Dahlan yang dinilai tidak bertanggungjawab atas nasib warganya. Anggota Komisi IX DPR, Rieke Diah Pitaloka, menyatakan sikap Walikota Batam yang meninggalkan Batam adalah tidak terpuji. Menurutnya justru itu menjadi penyebab massa pendemo bertindak anarkis.
"Walikota seperti itu jelas tidak bertanggungjawab, kalau kawan-kawan buruh itu ditemui, pasti mereka segera lumer dan perasaanya mencair karena merasa keluhan mereka didengar," kata Rieke.
Menurut Rieke persoalan upah adalah masalah yang sangat sensitif, karena itu menyangkut soal nasib para buruh selama satu tahun ke depan. Jika pemerintah dan pengusaha menolak UMK, maka hal itu sama saja dengan "menolak" buruh selama satu tahun. Rieke menilai tuntutan UMK Rp1,7 juta adalah sebuah angka yang wajar.
Rieke pun menyesalkan tindakan aparat keamanan yang melakukan tindakan kekerasan dalam memangani aksi buruh di Batam.
Kabarnya para buruh akan kembali melakukan aksi besar-besaran pada Jum’at (25/11) besok. Aksi dengan massa yang lebih besar. Hal ini ngotot dilakukan karena para buruh menilai Pemerintah kota Batam selama ini tidak pernah berpihak pada buruh dan memikirkan nasib buruh di Batam. (deo/rhb) |

Batam – Batam mencekam dalam dua hari terakhir ini. Aksi pembakaran fasilitas pemerintah, kendaraan ‘plat merah’, berlangsung di berbagai titik di Batam seperti, Batam Center, Nagoya, Baloi, dan lain-lain.
Mozilla Firefox