Ketua DPR Minta Wako Batam Turun Tangan
Nasional - Nasional
Ditulis oleh Era Baru News Jumat, 25 November 2011

altJakarta – Ketua DPR RI Marzuki Alie meminta Walikota Batam, Ahmad Dahlan turun tangan mengatasi demo buruh menuntut kenaikan UMK di Batam. Walikota semestinya merespon aksi demo buruh. Aksi demo tersebut berlangsung ricuh mulai Rabu lalu hingga hari ini.

“Jangan demo tak direspons. Ini kesalahan Pemda. Kalau ada usulan, didengarkan,” ujar Ketua DPR RI, Marzuki Alie kepada wartawan, Jumat (25/11).

Menurut Marzuki, pemko Batam semestinya memfasilitasi setiap tuntutan warga termasuk buruh yang melakukan aksinya hingga hari ini. Demonstrasi yang berlangsung ricuh dinilai akibat komunikasi yang bermasalah antara buruh dan walikota Batam.

Wako Batam yang juga saat ini menjabat Dewan Kehormatan Partai Demokrat Kepri itu, diharapkan harus bereaksi secepat mungkin setiap menanggapi tuntuan buruh. Dalam hal ini Wako Batam dinilai belum memfasilitasi dialog dengan buruh untuk menyelesaikan polemik UMK di Batam. 

“Pak Walikota  harusnya aspiratif, “ tegas Marzuki.

Hingga pagi tadi demo buruh masih terjadi di depan kantor walikota Batam. Polisi juga menembakan peluru karet dan gas air mata ke arah demonstran.

Aksi demo yang berlangsung ricuh tersebut, Polda Kepri telah menahan 27 demonstran. Dua diantaranya yang berprofesi sebagai buruh telah ditetapkan polisi sebagai tersangka.

Demonstrasi besaran-besaran buruh di Batam tersebut, berawal dari tuntutan buruh bahwa UMK 2012 semestinya sesuai dengan Kehidupan Layak (KHL) ril sebesar Rp 1,7 juta, sementara pihak Apindo atau pengusaha mengusulkan UMK sebesar Rp 1,2 juta, sedangkan Dewan Pengupahan Kota Batam menetapkan UMK sebesar Rp 1,3 juta.  

Ketidaksepakatan penetapan UMK 2012 dari berbagai pihak pengusaha dan pekerja, memicu terjadinya aksi demonstrasi besar-besaran tersebut. Selama dua hari kota Batam sempat mencekam. Kericuhan tidak hanya terjadi didepan kantor Walikota Batam, aksi tersebut juga meluas ke sejumlah titik wilayah Batam. (mas/asr)


Related news items: