3 Nelayan Bengkalis Tewas Ditembak Perompak Berlogat Malaysia di Selat Malaka
Nasional - Nasional
Ditulis oleh Era Baru News Sabtu, 10 Desember 2011

altJakarta - Tiga nelayan warga Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, tewas mengenaskan dengan sejumlah luka tembak. Peristiwa tragis itu terjadi di perairan Bengkalis sekitar perbatasan Indonesia-Malaysia di Selat Malaka pada Kamis (8/12) malam.

Ketiga warga tersebut nelayan yang sedang mencari ikan di perairan Selat Malaka. Mereka adalah Cokhau berusia 37, Madi (23), dan Andi (21).


"Tiga nelayan itu akhirnya meninggal karena tidak ada dokter bedah di RSUD Bengkalis. Menurut rencana, malam ini (tadi malam) korban akan dibawa ke Pekanbaru untuk autopsi," ujar Kepala Satuan Polisi Air Polres Bengkalis Ajun Komisaris Wilson Butarbutar, kemarin.

Menurut Wilson, lokasi kejadiannya berada perairan Tebing Tiga, Selat Malaka, di antara perbatasan Bengkalis dan Rokan Hilir serta berhadapan dengan perairan Malaysia.

Saat ini pihaknya sedang menyelidiki jenis peluru yang menewaskan ketiga nelayan itu sekaligus untuk mengetahui jenis senjata yang digunakan. Oleh karena itu, polisi belum bisa menyimpulkan pelakunya.

"Dari penyelidikan itu, nanti akan diketahui jenis pelurunya, apakah buatan Indonesia atau bukan," jelasnya.

Wilson menegaskan pihaknya belum bisa memastikan apakaha pelakunya warga Malaysia sebab wilayah Selat Malaka pernah dikenal dengan aksi perompakan bersenjata. "Kami juga sedikit kesulitan karena perahu nelayan hilang, mungkin sudah ditenggelamkan pelaku."

Ia belum mengetahui pasti jumlah korban sebenarnya dari insiden tersebut. Saat ini korban yang ditemukan dan berada di RSUD Bengkalis berjumlah tiga orang.

Berdasarkan berbagai informasi, pelaku penembakan diduga Polisi Air dan Udara Malaysia. Nelayan yang menjadi korban itu sempat menceritakan kronologisnya. Menurut mereka, saat melaut, mereka dihadang speedboat yang awaknya mengaku 'polis' dan kemudian memuntahkan peluru.

Ada juga informasi lain menyebutkan insiden itu adalah aksi perampokan yang dilakukan tiga orang. Mereka mengenakan pakaian hitam dengan muka tertutup. Salah satu dari tiga orang itu menggenggam dua pucuk senjata api yang diperkirakan jenis FN. Ketiganya bicara dengan logat Malaysia.

Dugaan peristiwa itu adalah saat para korban sedang melempar jaring ke laut. Tiba-tiba muncullah tiga orang itu dan dari jarak sekitar 25 meter, mereka memerintahkan untuk berhenti dengan menyebut kata 'polis' sambil menodongkan senjata. Di luar dugaan mereka langsung memberondong dengan tembakan dan jatuhlah korban.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bengkalis Ajun Komisaris Polisi Arief Fajar menyatakan kasus itu adalah yang pertama kalinya pada tahun ini. "Kami serius menanganinya," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Malaysia Ahmad Zahid Hamidi, pada konperensi pers usai ASEAN Defence Ministerial Meeting di Jakarta, 19 Mei 2011 lalu, mengatakan perompakan di Selat Malaka dipastikan hampir tuntas.

"Hampir nol. Hampir tidak ada perompakan lagi di Selat Malaka," ujar Hamidi, saat itu.

Selat Malaka sejak abad ke 14 merupakan jalur sutera perdagangan antara China dan India. Selat ini adalah rute perjalanan menuju Eropa, Terusan Suez dan Asia. Sejak abad ke-14 daerah ini dikenal rawan perompakan. Kapal-kapal dagang besar kerap menjadi sasaran.

Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro di kesempatan yang sama juga mengatakan jumlah perompakan di selat ini telah berkurang. Itu karena gencarnya operasi gabungan yang dilakukan angkatan laut Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand. (sus)