|
Jakarta - Film The Adventures of Tintin, ternyata ada orang Indonesia yang turut berperan dalam film animasi yang menceritakan petualangan yang diangkat dari komik yang cukup populer.
Cerita yang sudah populer diramu oleh Steven Spielberg yang menjadikan film ini sukses diterima pasar.
Film dengan durasi 107 menit ini mengambil cerita dari komik The Secret of the Unicorn dan Red Rackham’s Treasure.
Sebuah film animasi yang sukses tentunya tidak lepas dari orang-orang dibalik studio, sebuah teamwork yang bekerja dalam waktu yang cukup lama.
Pengerjaan film Tintin sendiri mulai dari pembuatan storyboard hingga selesai mencapai waktu empat tahun. Lebih dari satu tahun sendiri animasinya dikerjakan, yang hampir 80 animator terlihat didalamnya.
Film arahan Steven Speilberg ini diproduksi di Wellington, pengarahannya dilakukan lebih banyak melalui video conference. Kualitas produksi yang bagus dalam karya sebuah animasi, membuat semua obyek yang ada dalam film hanyalah rekayasa digital tetapi mampu menyerupai bentuk aslinya.
Rini Triyani Sugianto, asal Indonesia, lulusan S2 dari Academy of Arts di San Francisco, California ini sekarang bekerja di Weta Digital Selandia Baru.
"Saya memang salah satu animatornya. Tapi setahu saya ada beberapa orang Indonesia yang juga terlibat," kata character animator Tintin, Rini Sugianto, Kamis (15/12) malam.
"Dua orang Indonesia lainnya yang terlibat di Tintin adalah Sindharmawan Bachtiar dan Eddy Purnomo. Kita beda departemen sih. Lalu ada satu lagi Amanda Pamela, tapi saya nggak tahu dia ikutan di Tintin atau tidak," ucap Rini.
Menurut Rini yang hobi fotografi, travelling dan climbing ini, Sindharmawan dan Eddy Purnomo sudah lebih dulu bekerja di Weta. Sedangkan Rini sendiri baru bergabung di perusahaan tersebut pada 2011 ini.
Dari beberapa animator yang terlibat dalam proses produksi, Rini adalah animator yang menggarap adegan paling banyak, sejumlah 70 shot. Sebuah pengalaman yang menyenangkan buat Rini, yang baru kali pertama terlibat dalam penggarapan film layar lebar Hollywood.
Sebelum bekerja di Weta Digital, Rini adalah supervisi animator di Blur Studio dai 2007 - 2010,sebuah perusahaan yang berbasis di Venice, California. Rini mulai tertarik dunia animasi sejak bekerja di Stormfront Studios (2005-2006), Offset (2006-2007). Rini juga sempat mencicipi Pixar Class. (sus)
|