Awal Tahun 2012, Barack Obama Kunjungi Pameran Foto Ibunda Saat di Jawa
Nasional - Nasional
Ditulis oleh Era Baru News Senin, 02 Januari 2012

altJakarta - Agenda di awal tahun baru 2012, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama menghabiskan waktu untuk mengenang sejarah keluarganya (ibundanya) di Hawaii dan di saat Jawa, Indonesia. Pameran  digelar di East-West Centre, Amerka Serikat.

East-West Center   merupakan think tank yang didedikasikan bagi pengembangan hubungan baik antara AS dengan Asia, dan juga sebagai forum pembahasan kebijakan AS bagi negara-negara di kawasan Asia.


Pada Minggu 1 Januari 2012, seperti dimuat Daily Mail, Obama membawa istri dan dua anak perempuannya mengunjungi pusat riset dan pameran, yang di antaranya menampilkan karya antropologi ibunya, Ann Dunham.

Di tempat ini, Obama dan keluarga melihat-lihat pameran hasil kerja lapangan Ann Dunham, seperti koleksi kain, keramik, dan keranjang yang dibuat oleh warga desa di Indonesia. Ibu Obama meninggal karena kanker pada tahun 1995.


Ditampilkan foto-foto Dunham saat melakukan penelitian di Indonesia, juga karya pribadi dan koleksi artefak miliknya.

Sebelum ke pameran, Obama mengunjungi pemakaman, National Memorial Cemetery of the Pacific di Punchbowl, di mana kakeknya, Stanley Dunham dimakamkan. Selama 11 menit, Obama dan keluarga berada di sana.

Meski lahir dan besar di Honolulu, Obama sempat menghabiskan masa kecilnya di Indonesia, bersama ibunya, ayah tirinya, Lolo Soetoro, dan adiknya, Maya Soetoro-Ng.

Seperti diketahui, dedikasi Ann Dunham untuk Indonesia sebelumnya juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Indonesia. Pemerintah memberikan penghargaan bintang jasa untuk Ann Dunham. Penghargaan diberikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Obama, setelah jamuan santap malam di Istana Negara, Selasa 9 November 2010, saat Presiden AS itu "pulang kampung".

Adapun Bintang jasa itu diberikan kepada ibunda Obama karena karyanya dianggap berpengaruh bagi kearifan lokal. Hal ini yang kemudian dianggap sebagai perintis studi dalam pembangunan dan ekonomi kerakyatan.alt

Dr Ann Dunham telah menghabiskan waktu beberapa tahun untuk melakukan penelitian yang berlatar di Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan judul "Peasant Blacksmithing in Indonesia: Surviving Against All Odds".

Atas penghargaan itu Presiden Obama mengucapkan banyak terima kasih dan apresiasi atas penghargaan yang diberikan Pemerintah Indonesia.

Presiden AS pertama  ber ras campuran itu,juga mengatakan sangat beruntung memiliki hubungan yang baik dengan Indonesia. Tidak bisa dipungkiri hal ini karena dirinya pernah tinggal di Indonesia. "Saya adalah anak kecil asal Menteng, yang tidak pernah terpikir menjadi seorang presiden Amerika Serikat dan sekarang berada di Istana Negara," katanya.


Kisah cuplikan foto Obama kecil (dilansir dari situs arsip UGM):
Eyang dari Obama dari pihak ayah tiri adalah ibu kandung Lolo Soetoro, Ny Martodihardjo. Dulu, dia sering menginap di rumah kontrakan Eyang tersebut, terutama saat liburan sekolah dan Lebaran, yang sekarang sudah menjadi kantor sebuah percetakan.

Ibu kandung Obama, Ann Dunham menikah dengan Lolo Soetoro dan sempat tinggal beberapa tahun di Indonesia. Ketika berada di sini, Ann dan Obama pernah berada di Yogyakarta. Kismardhani, anak kakak kandung Soetoro, Ny Titik Imam Sutiknyo, sering mendapat jatah tugas menemani Obama selama di Yogyakarta.

Meskipun Ann dan Lolo kemudian bercerai, tapi hubungan persaudaraan tetap terjaga. Bahkan Ann sering menitipkan Maya (adik kandung Obama dari pernikahan dengan Soetoro) di rumah lain di Perumahan UGM Bulaksumur D 7, Yogyakarta.

’’Saya dan Maya masih sering kontak-kontak via email sampai sekarang. Bahkan rencana bertemu dengan Obama juga atas dukungannya,’’ tutur Kismardhani yang sekarang bekerja di RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta, seperti dilansir dalam situs arsip UGM.

Bertemu dengan Obama tidaklah mudah apalagi setelah menjadi presiden. Kismardhani harus menunggu selama empat bulan hingga akhirnya bisa terbang ke AS bersama 13 kerabat dari Indonesia. Mereka juga mengikuti protokoler yang sangat ketat. Bahkan menjelang masuk ke ruang kerja presiden, semua tas, kamera, telepon selular, bahkan pulpen harus ditinggal di petugas keamanan.alt

Namun suasana menjadi lain setelah bertemu dengan si anak ’’nakal’’. Obama mendapat julukan demikian dari saudara-saudaranya di Yogyakarta karena suka iseng dan usil.

Kismardhani sering menjadi korban keusilannya, rambutnya dijambak dari belakang saat dia dan teman-teman bermain. ’’Dan energiknya masih terlihat sampai saat kami bertemu.

Itu yang membuat kami terharu, dia masih seperti yang dulu. Bahkan langsung menyebut nama Eyang begitu melihat fotonya,’’ katanya.

Eyang memang memberi perhatian khusus dan sangat menyayangi Obama. Setiap kali tinggal di Yogyakarta, Eyang akan membelikan ayam bacem dan dia bisa menyantapnya habis satu ekor. Nah, saudara-saudaranya selain menjuluki si nakal dan suka usil, juga jago makan. Dia makan nasi seperti juga yang lainnya dan paling lahap dengan lauk ayam bacem. (sus)