|
Jakarta - Mobil Kiat Esemka sudah dipilih menjadi mobil dinas Walikota Surakarta, Joko Widodo. Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo meradang saat diminta komentarnya. Bibit merasa diadu domba oleh pemberitaan terkait masalah ini.
"Sudah, saya tidak mau komentar, tidak perlu itu. Kalian wartawan sukanya mengadu domba. Nggak betul itu," kata Bibit (Rabu 4/12).
Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo menilai langkah Jokowi, sapaan Joko Widodo, menggunakan mobil hasil rakitan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 2 Surakarta dan SMK Warga Surakarta sebagai langkah sembrono.
"Jangan cari muka lah. Apalagi sampai memasang plat nomor dinas di mobil itu. Itu namanya sembrono,” terang Bibit di sela-sela acara Panen Pedet atau anak sapi bersama Menteri Pertanian, Suswono, di Wonogiri, Selasa (3/12).
Sedangkan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Anis Matta menilai penggunaan mobil dinas sudah ada aturan tersendiri.
"Tidak perlu seperti itu, kan ada protokolernya. Tidak perlu kita gaya-gayaan. Tapi kita beli untuk kebutuhan rumah tangga kan bisa," kata Anis Matta di gedung DPR, Jakarta (Rabu 4/1).
Namun demikian, Anis Matta yang anggota Fraksi Keadilan Sejahtera itu menyatakan keberhasilan siswa SMK dalam merakit mobil ini perlu diapresiasi.
"Ada bagusnya kalau komisi yang terkait di DPR melakukan kunjungan ke sana dan mempelajari kemungkinan kita mem-backup, memberikan support menjadi program nasional. Tapi kita mesti lihat lebih jauh," ujar Anis.
Walau sudah ada pemesanan sebanyak 200 unit Kiat Esemka, produksi ini belum bisa dikategorikan dalam skala industri. Sehingga masih perlu dipelajari apakah prospek mobil ini bisa masuk ke skala industri.
Lain halnya dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Marzuki Alie mengapresiasi mobil Kiat Esemka, ia mengaku akan mengunjungi Solo dan mendorong mobil buatan anak bangsa itu menjadi mobil nasional.
"Saya rencanakan untuk ke lokasi, memberikan jalan agar didukung pengusaha, dibuat sebagai mobil nasional," kata Marzuki Rabu (4/1). Marzuki sendiri mengaku berniat membeli mobil Kiat Esemka tersebut.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Ganjar Pranowo, mencermati pilihan Walikota Solo, Joko Widodo untuk memakai Kiat Esemka sebagai mobil dinas barunya. Menurutnya, langkah itu merupakan upaya mendorong standarisasi produk nasional.
Menurut Ganjar, Jokowi telah memelopori penggunaan produk nasional oleh kalangan pejabat birokrasi pemerintah.
"Di Solo kan ada akademi teknik yang memang bagus dan itu masuk wilayah Jokowi," ujar Ganjar.
Anggota Komisi I DPR, Roy Suryo sudah resmi memesan mobil Kiat Esemka. Jumat (6/1), Roy Suryo akan meluncur ke Solo untuk bertemu langsung dan memilih kendaraan yang dilego seharga Rp 95 juta.
Roy Suryo mengaku tertarik mobil ini sejak dua tahun lalu. Pandangan pertama saat tampilan protipe mobil ini di Indonesia Motor Show di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 2009. Roy semakin tertarik saat mobil ini dipamerkan di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2009. (sus)
|