Jokowi Bawa Kiat Esemka ke Jakarta untuk Uji Emisi
Nasional - Nasional
Ditulis oleh Era Baru News Senin, 09 Januari 2012

altSOLO - Wali Kota Surakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Kiat Esemka akan menjalani uji emisi minggu ini.

 “Mau saya bawa ke Jakarta,” katanya kepada wartawan, Senin, (9/1).

Jokowi  juga mencari investor, namun ia membatasi hanya investor dalam negeri yang boleh terlibat. 

Mobil Kiat Esemka kreasi siswa-siswa sekolah menengah kejuruan di Surakarta ini belum mengantongi sertifikat uji tipe sebagai syarat utama produksi massal. Pasalnya mobil ini belum lulus uji emisi dan uji kelayakan. 

Awalnya mobil Kiat Esemka akan disopiri sendiri oleh Wakil Wali Kota Surakarta Hadi Rudyatmo, dari Solo ke Jakarta. Jokowi turut dalam rombongan. Namun rencana tersebut sepertinya batal. Menurut Jokowi Kiat Esemka akan dibawa ke Jakarta dengan menumpang  truk. 

“Mengingat jarak yang jauh," ujarnya.

Uji emisi dilakukan di Balai Termodinamika Motor dan Propulsi milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Hal ini dikarenakan pengujian tidak bisa dilakukan di Kementerian Perhubungan karena Balai Kelaikan Jalan milik Kementerian Perhubungan belum punya alat uji emisi untuk kendaraan penumpang.

Prinsipnya, uji kelayakan jalan Kiat Esemka sesuai dengan persyaratan Kementerian Perhubungan sudah beres. Misalnya yang berkaitan dengan lampu, rem, klakson, dan sebagainya. Hanya tinggal uji emisi, yang dalam hal ini melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup.

Direktur PT Solo Manufaktur Kreasi selaku pemegang merek Kiat Esemka, Sulistyo Rabono, mengaku pada 2010 sudah mengajukan permohonan uji emisi ke Kementerian Perhubungan.

“Yang kami ajukan untuk jenis SUV (Sport Utility Vehicle) dan pick up,” ujarnya.

Hingga kini belum ada kejelasan apakah Kiat Esemka lolos uji emisi atau gagal, sehingga harus  diulang lagi. Dia mengaku tidak tahu-menahu jika Kementerian Perhubungan tidak punya alat uji emisi untuk kendaraan penumpang.

Pemkot Surakarta berniat menggandeng investor guna mengembangkan produksi mobil Kiat Esemka. Selain itu, perencanaan bisnis atau business plan pengembangan produksi mobil tersebut juga bakal dirancang, dalam waktu dekat. Hal itu diungkapkan Wali Kota Joko Widodo saat dijumpai di Loji Gandrung, Jumat (6/1).

“Pekan depan, semua stakeholder yang terlibat dalam pembuatan mobil ini akan dikumpulkan dan business plan akan mulai disusun. Setelah itu, tinggal mencari investor untuk  mendukung pengembangan industrinya,” katanya.

Soal investor, Jokowi menegaskan bahwa investor lokal diharapkan bisa mendukung pola industri yang mau dibangun. Ke depan, produksi Esemka bakal dilakukan dengan model kemitraan dengan sistem home industry. Nantinya pola tersebut akan melibatkan swasta, pemerintah, serta siswa sebagai pelaku perakitan mobil.

“Swasta itu pelaku industri seperti Kiat Motor. Sedangkan pemerintah, baik melalui dukungan Solo Techno Park (STP) dari Pemkot maupun dari Kementerian Perindustrian, Dirjen Perhubungan Darat dan instansi terkait lainnya,” jelas Jokowi.

Pemkot juga siap mendukung penyediaan lokasi perakitan di STP. Apalagi tahun ini ada dana Rp 10 miliar dari pemerintah pusat yang bisa digunakan untuk keperluan tersebut.”

Hingga saat ini, kendati belum dinyatakan lulus uji emisi oleh Kemenhub, mobil bertipe Sport Utility Vehicle (SUV) hasil rakitan siswa SMK Negeri 2 dan SMK Warga Solo telah mendapat apresiasi berbagai pihak. Order untuk kendaraan tersebut terus mengalir sampai kini.

Siang kemarin, Kiat Esemka yang diproyeksikan bakal menjadi mobil dinas (mobdin) Wali Kota itu diparkir di Citywalk, depan Loji Gandrung. Menurut Jokowi, mobil tersebut dipamerkan kepada khalayak umum, sehingga keberadaannya kian diketahui masyarakat. Hal itu disambut antusias ratusan warga. Mereka secara bergantian datang ke lokasi parkir Esemka berwarna hitam metalik itu.

Tidak hanya mengamati bagian demi bagian mobil tersebut, sejumlah warga bahkan menyempatkan diri melakukan test drive mengitari halaman Loji Gandrung. (sus/rhb)