Cegah Flu Burung Menyebar, Pasien Diawasi
Nasional - Nasional
Ditulis oleh Era Baru News Rabu, 11 Januari 2012

Flu BurungJakarta – Seorang warga Jakarta Utara yang meninggal dunia pekan lalu dipastikan karena terkena virus flu burung. Kementerian Kesehatan saat ini telah mengawasi orang-orang yang melakukan kontak dengan suspect. Mereka telah diberikan obat pencegahan.

“Mereka yang kontak dengan pasien sedang diawasi dan sudah diberikan obat pencegahan,” ujar Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, Tjandra Yoga Aditama dalam siaran persnya yang diterima Erabaru.net, Selasa (10/1).

Pasien tersebut diketahui adalah bocah perempuan A (5) memiliki kontak erat dengan pamannya, PDY (23) yang meninggal karena terinfeksi virus flu burung. Berdasarkan keterangan Tim Flu Burung RSUP Persahabatan, pasien ditemukan oleh tim surveilans Dinas Kesehatan setempat saat melakukan screening di lokasi sekitar tempat tinggal korban meninggal.

Tim Flu Burung RSUP Persahabatan telah melakukan observasi terhadap pasien secara ketat di ruang isolasi dan pemeriksaan Polymirasea Chain Reaction (PCR) yang harus dilakukan sebanyak tiga kali guna menentukan suspect tersebut dinyatakan negatif atau positif terkena virus H5N1.

Kasus flu burung yang telah memakan korban di Jakarta saat ini, Kementerian Kesehatan telah melakukan penyelidikan epidemilogi ke lapangan. Penyelidikan epidemilogi adalah pencarian penderita flu burung dan pemeriksaan tempat penderita serta rumah bangunan sekitarnya. Termasuk berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan DKI Jakarta.  

“Untuk kasus yang sekarang terjadi di Jakarta, sudah dilakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) ke lapangan, dibicarakan pula bersama Dinas Pertanian dan Peternakan,” jelas Tjandra.

Sedangkan kasus suspek Avian Influenza yang sedang dirawat di Rumah Sakit, sampai saat ini terus ditangani secara intensif, sambil ditunggu kepastian hasil laboratoriumnya. Analisa genetik virus kasus yang PCR(+) juga dilakukan dengan seksama.

Adapun program pencegahan flu burung dilakukan terhadap hewan (biosecurity dan lain-lain), penyuluhan kepada masyarakat untuk jangan melakukan kontak langsung dengan unggas yang sakit, Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), jaga kesehatan dan lain-lain, serta segera berobat ketika sakit, termasuk kesiapan fasilitas dan kewaspadaan petugas kesehatan.

Menurut Tjandra, Sepanjang masih adanya kasus Flu burung di unggas maka kemugkinan penularan ke manusia masih terjadi.  Meski demikian berdasrkan data yang dimiliki oleh Depkes RI, jumlah kasus di dunia dan Indonesia terus menurun. Selama tahun 2011 di Indonesia hanya 11 kasus Avian Influenza.   

“Kasus flu burung ini terus menurun, untuk tahun 2011 di Indonesia ada 11 kasus Avian Influenza,” ungkap Tjandra. (mas/asr)