| Petunjuk Penanganan Setelah Terjadinya Flu Burung |
| Nasional - Nasional |
| Ditulis oleh Era Baru News | Sabtu, 14 Januari 2012 |
|
Petugas kesehatan telah melakukan pengawasan terhadap orang yang berhubungan dengan lokasi tersebut. “Ada belasan kontak di lingkungan tempat tinggal yang diawasi dengan cermat, mendapat obat pencegahan/profilaksis, dan ada pula yang diperiksa sampelnya,” jelas Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama dalam keterangannya yang diterima, Sabtu (14/1). Ditegaskan Tjandra, apabila terdapat seorang kasus yang telah terbukti positif terinfeksi H5N1 pada hasil pemeriksaan Polymirasea Chain Reaction (PCR), maka orang yang berada di sekitarnya, terutama yang pernah memiliki riwayat kontak dengan pasien, akan diawasi. “Ini sebagai bagian dari prosedur standar penanganan Flu Burung,” kata Tjandra. Pengawasan yang dilakukan tersebut meliputi sosialisasi tentang gejala dan penularan Flu Burung, pemeriksaan suhu setiap hari, pengambilan sampel untuk diperiksa di laboratorium dengan catatan bila diperlukan. Tidak hanya sebatas itu, pengawasan ketat juga dilakukan sampai 1 atau 2 kali masa inkubasi dan pemberian obat pencegahan. “Di samping itu, tindakan pencegahan penularan lainnya, apabila benar-benar diperlukan, baru dilakukan karantina,” ujar Tjandra. Kasus flu burung yang telah menyebabkan meninggalnya seorang warga DKI Jakarta, petugas kesehatan telah melakukan penganganan seorang anak perempuan (5) yang dirawat ke RS Persahabatan. Hasil pemeriksaan disebutkan anak itu negatif terkena Flu Burung. Selain itu, seorang pemuda (19 ) saat ini masih menunggu kepastian hasil PCR. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, diketahui negative Flu Burung. Namun demikian, kedua kasus di atas bukan Flu Burung. Mereka dimasukkan ke rumah sakit, semata-mata sebagai bentuk kewaspadaan. “Mereka hanya pernah kontak dengan pasien positif, hasil pemeriksaan sampel kontak yang lain, sampai hari ini juga menunjukkan hasil negative,” jelas Tjandra. Pencegahan penyebaran wabah Flu Burung yang telah dilakukan adalah koordinasi dengan Dinas Peternakan atau Kesehatan Hewan, sebagai penanganan hewan-hewan yang diduga sumber menjalarnya virus Flu Burung. Termasuk prosedur penanganan Flu Burung terhadap manusia dengan tujuan pencegahan penularan lanjutan di wilayah Tanjung Priok, DKI Jakarta. “Sejauh ini semua prosedur baku penanganan Flu Burung pada manusia terus dijalankan sesuai standar yang ada,” ungkap Tjandra. (mas/asr) |

Jakarta–Kementerian kesehatan mengeluarkan petunjuk pelaksana penanganan setelah terjadinya Flu Burung. Ini dilakukan setelah seorang warga di wilayah Jakarta Utara meninggal dunia akibat Flu Burung.
Mozilla Firefox