Bocah Terkena Flu Burung Meninggal Dunia
Nasional - Nasional
Ditulis oleh Era Baru News Jumat, 20 Januari 2012

Flu Burung, Kemenkes RIJakarta – Kasus Flu Burung yang sebelumnya menyebabkan PDY (23) warga Tanjung Priok, Jakarta Utara meninggal dunia 7 Januari 2012, keponakannya AS (5) yang juga terkena suspect Flu Burung meninggal dunia 16 Januari 2012.

“Pasien dinyatakan positif terinfeksi virus H5N1. Karena kondisinya semakin menurun, akhirnya pasien meninggal pada 16 Januari 2012 sekitar pukul 02.00 WIB,” kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, Tjandra Yoga Aditama dalam keterangan pers elektroniknya yang diterima Erabaru.net, Kamis (19/1).

Menurut keterangan Direktorat P2PL Kemenkes RI,  AS awalnya ditemukan petugas saat melakukan investigasi di wilayah tersebut 7 Januari 2012. Bocah berusia lima tahun itu awalnya mengalami gejala demam, sehari sebelumnya. Bocah itu kemudian dirujuk ke RSUP Persahabatan.

“AS awalnya langsung mendapatkan perawatan intensif di ruang isolasi, sesuai dengan tata laksana pemeriksaan suspect flu burung,” jelas Tjandra.

Keponakan PDY itu kemudian mengalami sesak nafas 13 Januari 2012 lalu. Kemudian  petugas melakukan tindakan medis sesuai prosedur. Pada saat itu petugas kemudian melakukan pemeriksaan Polymirasea Chain Reaction (PCR).

Berdasarkan pemeriksaan tim medis, bocah itu kemudian dinyatakan positif terinfeksi virus H5N1. Kemudian karena kondisinya semakin menurun, akhirnya AS meninggal Senin, 16 Januari 2012 sekitar pukul 02.00 WIB.

“Bertambahnya satu kasus ini, jumlah kumulatif flu burung di Indonesia sejak tahun 2005 sampai berita ini disiarkan adalah 184 kasus dengan 152 kematian,” ungkap Tjandra.

Sebelumnya berdasarkan penyelidikan epidemiologi ke rumah penderita dan lingkungan sekitar oleh Tim Terpadu Kemenkes RI dan Dinas Kesehatan setempat, disebutkan bahwa bocah itu sering dibawa ke bengkel tempat kerja pamannya PDY.  Tempat tersebut diketahui merupakan sebagai pemeliharaan merpati. Bocah itu sering diberi makanan oleh pamannya tanpa cuci tangan setelah memegang merpati.
 
Kementerian Kesehatan RI mengingatkan penularan kasus Flu Burung, dari manusia ke manusia kemungkinan terus terjadi, sepanjang adanya kasus Flu Burung terhadap unggas. “Sepanjang masih ada kasus flu burung di unggas maka kemungkinan penularan ke manusia masih ada,” ujar Tjandra.

Oleh karena itu, Kemnekes RI meningatkan masyarakat untuk melindungi diri dengan perilaku perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), khususnya perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) terutama pada lima waktu kritis, yaitu sebelum makan, sehabis buang air besar, sebelum menyusui, sebelum menyiapkan makan, setelah menceboki bayi dan setelah kontak dengan hewan. (mas/asr)