|
Nasional -
Nasional
|
|
Ditulis oleh Era Baru News
|
|
Jumat, 20 Januari 2012 20:06 |
|
Jakarta – Mulai 1 April 2012 mendatang pembatasan penggunaan BBM bersubsidi mulai diperlakukan oleh pemerintah. Pemerintah saat ini rajin mensosialisasikan penggunaan Bahan Bakar Gas (BBG). BBG tesebut adalah jenis Liquefied Gas for Vehicles (LGV) dan Compressed Natural Gas (CNG).
Kementerian ESDM dalam situsnya, Jumat (20/1) menyebutkan, nantinya kendaraan pribadi menggunakan BBM non subsidi seperti Pertamax atau menggunakan Liquefied Gas for Vehicles (LGV). Adapun kendaraan umum dan taksi, dapat menggunakan Compressed Natural Gas (CNG).
Penjelasan Kementerian ESDM menyebutkan, LGV adalah Bahan Bakar Gas (BBG) yang diformulasikan untuk kendaraan bermotor. Motor tersebut menggunakan spark ignition engine terdiri dari campuran propane (C3) dan butane (C4). LGV dikenal sebagai LPG untuk kendaraan.
Keunggulan yang dimiliki LGV adalah memiliki kualitas pembakaran LGV yang sebandong dengan RON 98. LGV juga merupakan BBG yang ramah lingkungan. Sedangkan dari segi tekanan yang dimiliki LGV, berkisar 8-12 bar dibanding CNG yang tekanannya mencapai 200 bar.
Meskipun harga LGV lebih mahal dibandingkan dengan BBM bersubsidi, namun harganya lebih rendah dari harga BBM non subsidi. LGV lebih fleksibel digunakan untuk daerah-daerah yang jauh dari sumber gas atau tidak memiliki pipa gas bumi.
Adapun Compressed Natural Gas (CNG) yang merupakan bahan bakar gas, dibuat dengan melakukan kompresi metana (CH4) yang diekstrak dari gas alam. CNG disimpan dan didistribusikan dalam bejana tekan, biasanya berbentuk silinder. CNG memiliki tekanan 200 bar, dengan tangki yang lebih besar ketimbang LGV.
Berbagai negara di dunia telah menggunakan BBG jenis CNG ini, terutama untuk transportasi umum. Sementara saat ini di Indonesia, hanya Transjakarta yang menggunakan BBG jensi CNG. Harganya Rp 3.100 per liter setara premium (lsp) dan rencananya akan dinaikkan menjadi Rp 4.100 per lsp.
BBG jenis CNG ini, digunakan di daerah-daerah yang memiliki sumber gas atau terdapat pipa gas bumi. Dalam prakteknya jumlah keberadaan SPBG CNG memang hanya terdapat di daerah-daerah tertentu. (mas/asr) |