|
Bima – Kantor Bupati Bima, NTB hangus dibakar massa setelah tuntan pencabutan izin pertambangan emas yang dilakukan PT Sumber Mineral Nusantara, Kamis (26/1) tidak direspon pemerintah setempat.
Aksi massa juga pernah memblokir pelabuhan sape, NTB, dengan tuntuan yang sama. Demo berakhir dengan kericuhan saat polisi hendak membubarkan aksi massa.
“Informasi yang kami terima, yang dibakar Kantor Bupati Bima, Kantor KPUD Bima yang berada di kawasan itu, beserta barang-barang dalam bangunan itu," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) Ajun Komisaris Besar Sukarman Husein di Mataram, Kamis siang.
Menurut AKBP Sukarman, aksi massa tersebut dalam aksinya meminta Bupati Bima segera mencabut Surat Keputusan Bupati Bima tentang pemberian ijin pertambangan emas PT SMN, agar aksi massa bisa ditenangkan.
"Mungkin bupati harus bijak untuk merespon tuntutan masyarakat, karena sudah harga mati," kata Sukarman.
Informasi yang dihimpun Tribunnews menyebutkan, aksi massa berawal sekitar dua puluh ribu massa yang tergabung dari unsur masyarakat dan mahasiwa melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Bima sekitar pukul 10.00 WIB.
Aksi itu dilakukan sebagai bentuk menuntut janji Bupati Ferry Zulkarnaen pada lima hari yang lalu bahwa akan ada dialog dengan masyarakat mengenai pencabutan SK Nomor 188 Tahun 2010 tentang Izin Pertambangan Emas.
Sekitar tiga jam kemudian, aksi massa tidak direspon pejabat setempat. Kemudian massa emosi, ditmabah dengan informasi bahwa Bupati Bima tidak berada di tempat. Massa kemudian mulai merusak pagar dan pos jaga.
Saat pukul 13.00 WIB. Kantor Bupati Bima hanya diblokir dengan pagar kawat berduri dan dijaga sekitar 20 orang Dalmas. Kemudian datang puluhan aparat Brimob bersenjata lengkap, untuk menghalau massa. Namun massa tidak menggubris tembakan peringatan petugas. Kemudian petugaspun perlahan-lahan mundur.
Setelah itu ribuan massa masuk ke dalam kantor Bupati dengan bekal senjata berupa puing pagar kantor Bupati yang dirusak sebelumnya. Lalu massa membakar sedikit demi sedikit. Posisi Brimob ketika itu hanya diam, karena jumlah massa yang banyak. Bahkan, pemadam kebakaran yang tiba di lokasi pun disandera massa yang mulai marah.
Kemudian 20 ribu massa bergerak menuju rumah tahanan untuk menuntut pembebasan teman-teman mereka yang ditahan terkait demo ricuh di pelabuhan Sape, Bima, NTB, 24 Desember 2011 beberapa waktu lalu.
Tidak ada korban jiwa akibat pembakaran kantor Bupati Bima tersebut. Selain kantor Bupati Bima, massa juga sempat membakar kantor KPUD Bima.(mas/asr) |