| Anwar Ibrahim: Kebebasan dan Demokrasi Bangkit dari Hati Nurani |
| Nasional - Nasional |
| Ditulis oleh Era Baru News | Selasa, 31 Januari 2012 |
|
“Demokrasi dan kebebasan itu tidak tertegak hanya dengan pengukuhan lambang-lambang institusi atau dengan kewibawaan kepimimpinan,” ujar Anwar Ibrahim dalam pidato kebudayaan dengan tema 'Kepemimpinan dalam Dinamika Perubahan Ekonomi Politik' di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Senin malam (30/01). Agenda nyata perubahan dan reformasi merupakan perwujudan demokasi yang dinilai sebagai bentuk kesadaran yang lebih luas terhadap rakyat seperti pelaksanaan public education dan public awareness. Hal itu diperkuat dengan tulisan filsuf Prancis Alexis DeTocqueville dalam bukunya Democracy in America yang menyebutkan demokrasi hidup dan tumbuh dikarenakan kebangkitan hati nurani manusia yang menginginkan kebebasan. Hati nurani ini benci akan kezaliman dan korupsi serta menilai kebebasan merupakan hak asasi manusia. “Apa yang dilakarkan pemikir Prancis itu asas demokrasi bangkitnya hati nurani menginginkan kebebasan, yang benci kezaliman dan rasywah (korupsi) serta kebebasan yang mutlak,” jelas Anwar yang mengenakan jas hitam. Meskipun demokrasi nantinya melahirkan terjadinya perbedaan pendapat dan nilai, tetapi dalam prakteknya kemudian tidak muncul adanya perbedaan mengenai keinginan menyeluruh menuntut kebebasan, menuntut keadilan, penolakan keras dalam bentuk menolak kezaliman dan penghargaan terhadap hak asasi manusia. “Ada pertembungan (berseberangan) ide dan nilai, tapi tidak ada pertembungan dari sudut keinginan menyeluruh menginginkan keadilan, penolakan terus terhadap bentuk kezaliman dan pengabdian hak azasi manusia,” ujar anwar dengan berapi-api yang membuat hadirin terhenyak. Menurut Anwar, penghargaan tinggi terhadap rakyat merupakan peranan penting dalam menumbuhkan demokrasi. Penghargaan terhadap hak azasi manusia dan penolakan terhadap terjadinya kezaliman merupakan asas dalam pelaksanaan demokrasi. "Ini yang mengangkat kesadaran yang menentukan akhirnya berjaya dalam peletakan asas demokrasi," tutur tokoh oposisi Malaysia. Anwar kemudian berkelakar dengan mengatakan ide-idenya tersebut yang mengutip tentang keadaan keadaan demokrasi Amerika Serikat, nanti dirinya akan disebut-sebut oleh media Malaysia sebagai pendukung Amerika. “Selepas ini media Malaysia menyebut tengok Anwar ke Jakarta untuk mendukung Amerika,” kelakar Anwar yang disambut tawa oleh seluruh hadirin. (mas/asr) |

Jakarta – Mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia Dato Sri Anwar Ibrahim menilai pelaksanaan demokrasi dan kebebasan semestinya tidak hanya dengan kewibawaan kepemimpinan dan kreadibilitas pemerintah. Demokrasi dalam prakteknya bangkit dari hati nurani.
Mozilla Firefox