| Din : Hubungan Malaysia-Indonesia Benci Tapi Rindu |
| Nasional - Nasional |
| Ditulis oleh Era Baru News | Selasa, 31 Januari 2012 |
|
“Terakhir ini seperti love and hit yakni benci tapi rindu, secara pemerintahan tidak ada masalah, ada masalah sedikit tapi relative bagus,” kata Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsudin, Senin malam (30/1). Memang akhir-akhir ini muncul permasalahan antara kedua negara, seperti permasalahan TKI dan anggapan intelektual Malaysia yang mengganggap dirinya lebih maju. Meski demikian, Indonesia tidak secara terus-menerus terperosok dengan kemiskinan. Kemajuan perekonomian Malaysia yang disebut sebagai negara terbesar pengekspor palm oil, namun nyatanya sebagian besar sawit tersebut berada di Indonesia. Hal ini semestinya Indonesia harus bangkit dibandingkan dengan negara-negara tetangga termasuk Malaysia. “Indonesia jangan mau miskin terus, jangan seperti sekarang biar miskin asal sombong,” ujar Din. Upaya yang telah dilakukan pihaknya untuk menyelesaikan permasalahan Indonesia-Malaysia, pihaknya telah menemui Perdana Menteri Malaysia Tun Abdullah Badawi. Permasalahan itu mencuat setelah muncul pembicaraan ke publik untuk membentuk gerakan ganyang Malaysia. Pada pertemuan yang berlangsung secara dua jam, permasalahan Ambalat dibicarakan hanya satu menit. “Waktu itu menjawab dalam logat Malaysia, tidak ada kehendak setakatpun untuk bergaduh, besok talipun presiden SBY,” cerita Din. Meski telah terjadi komunikasi antar dua negara, namun hingga kini permasalahan tesebut seperti kasus perbatasan antar dua negara belum terselesaikan hingga saat ini. (mas/asr) |

Jakarta – Hubungan Malaysia dengan Indonesia bagaikan benci tapi rindu, dengan artian secara pemerintahan tidak bermasalah. Munculnya berbagai persoalan semestinya menjadi kritikan bersama antara kedua negara untuk kebaikan bersama-sama.
Mozilla Firefox