Menyingkap Tirai Peradaban Kuno Indonesia
Nasional - Nasional
Ditulis oleh Era Baru News Jumat, 17 Februari 2012

manusia purbaSragen – Siklus kehidupan peradaban Indonesia tidak hanya berawal beberapa puluh tahun terakhir, bahkan ratusan tahun.

Peradaban Indonesia merupakan peradaban yang terbilang kuno mencapai jutaan tahun silam seperti yang terdapat di Museum Manusia Purba Sangiran, di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Situs sangiran mampu menceritakan tentang peristiwa geologis yang terjadi pada 2,4 juta tahun. Temuan arkeologi ini bermakna bahwa peradaban Indonesia memiliki hubungan dengan peradaban bangsa-bangsa lain.

“Pasti ada korelasi apa yang ada di Indonesia dan situs negara lain," kata Presiden SBY saat mengunjungi Museum Manusia Purba Sangiran seperti dilansir PresidenSBY.Info, Kamis (16/2).

Menurut Presiden, penemuan korelasi tersebut akan membuat bangsa Indonesia bangga dan ada yang bisa diceritakan kepada dunia bahwa Indoensia mempunyai peradaban beberapa juta tahun silam.

Menyingkap kembali sejarah peradaban kuno sebagai pusat kejaidan sejarah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selaku pihak yang berwenang diminta untuk mendalami secara serius. Diperlukan tindakan dan kebijakan sepenuh hati untuk mewujudkannya.   

"Tata kembali. Kalau ingin diabadikan sebagai pusat kajian sejarah, membangunnya jangan tanggung-tanggung,” tambah SBY.

Seperti yang diketahui, kawasan Situs Sangiran telah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya 2007 lalu. Kemudian  1996 situs ini terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

Keistimewaan yang dimiliki oleh Situs Sangiran adalah singkapan stratigrafi, hingga memberikan gambaran lebih jelas tentang kehidupan budaya masa lampau. Bukti sejarah kuno tersebut tersusun rapi di tebing-tebing Sangiran. Kisah tersebut menguak peradaban kuno 2 juta tahun silam.

Kepala Negara bahkan berharap jika nantinya telah ditemukan bukti sejarah tersebut, maka nantinya   siapapun yang berkunjung akan merasa bangga. Kemudian bisa menjadi bahan cerita kepada dunia, bahwa Indonesia mempunyai peradaban beberapa juta tahun yang lalu.

Mengutip dari penelitian ilmuwan A.M Semah menyebutkan, terbentuknya Kubah Sangiran merupakan peristiwa geologis yang diawali 2,4 juta tahun silam dengan pengangkatan, gerakan lempeng bumi, letusan gunung berapi dan adanya masa glacial sehingga terjadi penyusutan air laut yang akhirnya membuat wilayah Sangiran terangkat keatas.

Temuan itu dibuktikan dengan adanya endapan dijumpai di sepanjang Sungai Puren yang tersingkap lapisan lempeng biru dari Formasi Kalibeng. Daerah ini merupakan endapan lingkungan lautan dan hingga saat ini banyak sekali dijumpai fosil-fosil moluska laut.

Disebutkan formasi Kalibeng ini merupakan lapisan stratigrafi di Situs sangiran yang paling tua. Lapisan ini juga merupakan endapan dari lautan yang hadir pada akhir Kala Pliosen yang berusia 2 juta tahun silam.

Penelitian A.M Semah menyebutkan, keberadaan pasir lanau dan gamping balanus menandakan endapan dari laut dangkal dan formasi ini tersingkap di wilayah Puren dan Pablengan.  Pada masa ini belum ada kehidupan manusia maupun vertebrata karena lingkungan masih berupa lautan.

Lautan luas ini kemudian berubah menjadi hutan bakau, akibat banyaknya aktivitas vulkanik. Perubahan alam yang terus terjadi dari hutan bakau, kemudian menjadu daratan luas. Sebelumnya, lautan luas itu surut akibat pengangkatan regional dari kegiatan gunung api.

Jikalaupun nanti para ilmuwan telah menemukan secara rinci mengenai peradaban kuno Indonesia, kemudian para ilmuwan  mendapatkan temuan arkeologi bahwa hiruk pikuk yang telah terjadi saat ini tentang peradaban korupsi yang merajalela, penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan kemerosotan moral juga telah terjadi sejak dahulu kala, lalu seperti inikah temuan yang akan menjadi bahan kunjungan wisatawan?. (mas/asr)