| Sagu Papua untuk Ketahanan Pangan Nasional |
| Nasional - Nasional |
| Ditulis oleh Era Baru News |
| Rabu, 25 April 2012 21:54 |
|
Jakarta - Pusat Teknologi Agroindustri (PTA) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah melakukan eksplorasi sagu di Papua. Sagu dinilai berpotensi sebagai sumber penyediaan pangan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. “Pengelolaan sagu di Papua dalam rangka mendukung ketahanan pangan secara nasional sangatlah penting,” kata Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) Listyani Wijayanti seperti dikutip dari keterangan BPPT, Rabu (25/4). Sagu selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan pokok, juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri. Meskipun dalam prakteknya, masih ada kendala yang dihadapi untuk menjadikan sagu mendukung ketahanan pangan secara nasional. BPPT telah menyelenggaran Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Potensi Pemanfaatan Sagu Papua dalam Penyediaan Pangan" beberapa waktu lalu. Eksplorasi sagu di Papua itu, diharapkan nantinya akan dijadikannya sagu sebagai sumber penyediaan pangan dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta penajaman program pangan pokok non beras dan non terigu. Mendukung terwujudnya program tersebut, Kementerian Ristek melaksanakannya dengan insentif untuk Pengembangan Pusat Inovasi Sagu di Papua melalui Program Insentif Pengembangan Kapasitas Peneliti dan Perekayasa (PKPP). Namun demikian, pelaku usaha menilai tidak adanya infrastruktur yang memadai masih menjadi masalah. Disamping masih kurangnya infrastruktur, faktor sumber daya manusia dan energi masih menjadi persoalan yang belum teratasi. “Pengelolaan sagu tersebut masih banyak ditemui beberapa kendala diantaranya terbatasnya infrastruktur, sumber daya manusia, energi,dan sebagainya,” kata pelaku usaha Rini de Fretes. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan dari Focus Group Discussion, Direktur Pusat Teknologi Agroindustri BPPT Priyo Atmaji memaparkan diperlukan adanya dukungan dari sisi kebijakan, kelembagaan dan infrastruktur. Ditambah dengan dorongan sosial budaya untuk menunjang industrialisasi Sagu Papua. Adanya fasilitasi Pusat Inovasi Sagu juga diperlukan, yang mana nantinya difungsikan sebagai tempat membantu menyelesaikan masalah-masalah nyata tentang persaguan dengan pendekatan secara holistik dan sistemik serta dukungan kebijakan mikro dan makro harus sejalan dan komplementer. “Selain itu, keberlanjutan insentif-insentif pemerintah dirasakan penting untuk menunjang percepatan industrialisasi sagu Papua,” tegas Priyo Atmaji. (bppt/asr) |


Mozilla Firefox