Nasional

Pertanyaan tim pewancara tentang partai yang akan dipilih, jika pemilihan umum anggota DPR dilakukan  Februari 2012, simulasi 38 partai maka hasilnya adalah:

1. Golkar 15,5 persen
2. PD 13,7 persen
3. PDIP 13,6 persen
4. Gerindra 4,9 persen
5. PPP 4,9 persen
6. PKB 4,6 persen
7. PAN 4,1 persen
8. PKS 3,7 persen
9. Hanura 1,2 persen
10. Lainnya 5,1
11. Belum tahu 28,9 persen

Survei tersebut menunjukkan penurunan paling drastis terjadi terhadap Partai Demokrat dari 21 persen ke 14 persen.  Golkar dan PDIP tidak menunjukkan perubahan, tetap di angka sekitar margin of error hasil pemilu.

Mengikuti Golkar dan PDIP, partai-partai menengah juga bernasib serupa sesuai hasil pemilu sebelumnya kecuali Hanura dan PKS yang mengalami penurunan. Dari hasil penelitian tersebut sebagian besar suara partai politik mengalami kemorosotan.

“Untuk sementara ada indikasi bahwa sebagian besar partai mengalami kemandegan dukungan pemilih,” hasil survei yang dirilis peneliti LSI Burhanudin dalam jumpa pers di kantor LSI Jakarta Pusat, Minggu (19/2).

Hasil buruk yang dialami oleh partai politik berdasarkan penilaian buruk atau negatif  oleh koreponden,  terjadi pada setahun terakhir ini yakni 2011-2012. Sebelumnya lebih banyak yang menilai politik nasional baik daripada yang menilai buruk. Termasuk kasus penegakkan hukum seperti korupsi.

“Pemilih lebih menuntut partai agar bisa lebih menyakinkan mereka, atau menuntut perbaikan kinerja partai,” temuan survei LSI.

Wawancara lapangan dilaksanakan 1-12 Februari 2011. Sampel sekitar 2.050 koreponden, berdasarkan jumlah sampel ini, diperkirakan margin of error sebesar +/-2.2% pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden diwawancarai dengan tatap muka oleh pewancara terlatih. Penguatan hasil wawancara dilaksanakan dengan  Quality control terhadap hasil wawancara secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih. (mas/asr)

 

Bagikan ke teman-teman :

berita kehidupan, nasional, internasional

erabaru footerErabaru (Epoch Times Indonesia) hadir dalam bentuk media cetak dan situs online. Kami menempatkan kepentingan pembaca sebagai prioritas utama. Semangat kami adalah memberikan kontribusi bagi pembaca agar dapat meningkatkan kehidupan mereka dan meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kehidupan sesama baik dalam lingkup lingkungan sekitar maupun lingkup dunia. Jaringan reporter kami tersebar di berbagai belahan dunia, meliput berita lokal yang otentik dan berhubungan dengan dunia global. Kemandirian kami memungkinkan kami dapat memberikan laporan secara luas, fakta yang dapat dipertanggungjawabkan dan menyajikan keberagaman pandangan.