| Dua Orang Tewas Setelah Pesta Arak Metanol |
| Daerah - Bali |
| Ditulis oleh Ketut Suyasa/Era Baru | Senin, 01 Maret 2010 |
|
Korban meninggal, Ketut Sugianyar (42) dan Komang Sudiartha (19). Ketut Sugianyar meninggal hari Minggu pukul 13.00 Wita di Rumah Sakit Klungkung berselang dua hari setelah mereka pesta arak maut bersama puluhan warga di Desa Sampalan Kelod. Menurut penuturan anak korban , Wayan Giri Adnyana (17), yang juga menjadi korban arak maut, “Setelah minum arak , Bapak mabuk dan tertidur satu hari, setelah sadar ia menderita sakit perut dan langsung di bawa kerumah sakit Klungkung, namun nyawa korban tidak bisa ditolong karena pengaruh arak yang di sinyalir mengandung methanol.” tegas Giri. Sementara korban lainya, Putu Wiratawan yang masih duduk di kelas Tiga, SMP 2 Gunaksa, Dawan mengatakan , ia bersama kurang lebih 20 orang melakukan pesta arak pada hari Jumat (26/2) lalu. Setelah berselang satu hari setelah minum arak , ia mengalami pusing –pusing , karena khawatir ia dibawa kerumah sakit Klungkung. Karena keterbatasan alat Rumah sakit Klungkung merujuknya ke Rumah Sakit Sanglah. Sedang satu korban yang hari ini masuk rumah sakit , belum bisa di mintai keterangan karena masih mengalami pusing-pusing dan masih dalam perawatan. Dari pemeriksaan awal laboratorium, gejala yang dialami korban sesuai dengan keracunan metanol. ”Kami temukan asidosis dan satu orang kami temukan mengalami mata kabur,” ujar Dr Ida Bagus Putu Alit, Kepala Instalasi Forensik RSUP Sanglah. Korban keracunan minum arak kerap kali terjadi di Bali. Namun hal itu belum membuat warga jera minum arak. Juni 2009 lalu 19 orang tewas akibat minum arak maut tersebut.(Suyasa/erabaru)
|

Denpasar – Dua orang tewas dan lima lainya dilarikan kerumah sakit setelah puluhan warga di Desa Sampalan Kelod Kecamatan Dawan, Klungkung menggelar pesta arak yang mengandung metanol.
Mozilla Firefox