Pemerkosa Bocah SD Belum Mengarah Ilmu Pesugihan
Daerah - Bali
Ditulis oleh Era Baru News Jumat, 23 April 2010

pelakupemerkosaanDenpasar - Kasus pemerkosaan bocah dibawah umur yang membuat gempar masyarakat Bali belum mengarah pada ritualitas pesugihan. Kapolda Bali Inspektur Jenderal Polisi Sutisna mengatakan, Salvador da Costa Suares (28), tersangka pemerkosa salah seorang bocah di bawah umur di Denpasar, Bali, mengaku melakukan itu hanya untuk memuaskan nafsu seksualnya saja.

Penjelasan Kapolda menyambung isu di masyarakat sempat muncul dugaan bahwa kasus pemerkosaan bocah secara berantai di Denpasar, timbul setelah pelakunya diduga sedang menjalani laku mencari "pesugihan".

"Tersangka mengaku hanya untuk memuaskan nafsu seksnya saja, tidak ada tujuan yang lainnya," kata Kapolda di Denpasar, Jumat (23/04).

"Pesugihan" merupakan ilmu hitam atau sesat yang penganutnya ingin memperoleh keuntungan dengan cara mudah, baik untuk memperkaya diri maupun yang lainnya.

Dikatakan, dari hasil pemeriksaan pendahuluan, tersangka Salvador mengaku tidak punya motif lain selain untuk memuaskan nafsu seksual saja.

"Sejauh ini tidak ada motif lain di balik aksi pemerkosaan yang dilakukan tersangka terhadap seorang bocah itu," katanya.

Mengenai modus yang dilakukan tersangka, Kapolda Sutisna mengatakan dengan berpura-pura mencari rumah kos, tersangka bertemu dengan seorang bocah wanita kelas tiga sekolah dasar di daerah Pedungan, Denpasar.

Dengan bujuk rayu, Salvador berhasil menggiring bocah wanita tersebut masuk ke dalam rumahnya dan kemudian diperkosa.

Ditanya tentang kemungkinan tersangka mengidap kelainan seksual (paedofilia), Kapolda belum dapat memastikan apakah Salvador punya kelainan atau tidak, karena masih dalam tahap pemeriksaan lebih lanjut.

Salvador yang berasal dari Naibonat, Kabupaten Kupang, NTT saat ini masih berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Bali.

Kepada penyidik, dia mengakui perbuatannya telah memperkosa seorang bocah di seputaran Jalan Pulau Moyo, Pedungan, Denpasar.

"Berdasarkan keterangan tersangka, sejauh ini ia mengaku hanya memperkosa seorang bocah yang di Pedungan. Sementara yang di tempat lain, tidak," katanya.

Tersangka Salvador mengaku melakukan aksi paksa untuk memenuhi kebutuhan nafsu seksnya pada Jumat, 16 April lalu.

Terkait dengan pemerkosa beberapa bocah lain, Kapolda Sutisna menyatakan saat ini masih dalam pencarian, termasuk mendalami pemeriksaan terhadap tersangka yang telah tertangkap tentang kemungkinan keterlibatannya.

"Kami masih ada target, yakni pelaku pemerkosa sesuai sketsa wajah yang disebar, yang ada codetnya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat pelakunya dapat kami tangkap," ucapnya menambahkan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sutisna berharap bantuan masyarakat guna mendukung polisi dalam mengungkap kasus tersebut, sehingga pelaku dapat segera diringkus.

"Keberhasilan kami kali ini juga tidak terlepas dari bantuan masyarakat, media massa dan pihak lainnya," ujarnya sembari tersenyum.(ant/waa)