|
Gianyar - Petugas kepolisian di Kabupaten Gianyar, Bali, Kamis (14/4), masih menjaga lokasi kuburan yang menjadi sengketa masyarakat dua banjar (dusun).
Kerusuhan terjadi di kalangan masyarakat itu setelah warga Banjar Semana, Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, menebang pohon, menutup jalan dan membakar ban, Rabu (13/4).
"Kami masih awasi wilayah sengketa itu dengan mengirimkan petugas patroli dari Polsek Ubud," kata Kapolsek Ubud AKP Redestra.
Konflik terjadi saat warga Banjar Ambengan hendak menguburkan jasad Ni Wayan Suprig (60), Rabu (13/4), namun ditolak oleh warga Banjar Semana karena lokasi itu masih menjadi sengketa dan distatusquokan. Namun Pemkab Gianyar yang sebelumnya melakukan negosiasi, mengeluarkan keputusan bahwa makam itu bagi dua dan jasad Wayan Suprig dibolehkan dikubur di lokasi itu.
Akibatnya, warga Semana yang tidak terima dengan keputusan tersebut marah dengan memotong pohon-pohon besar kemudian membentangkan di jalan utama Kabupaten Gianyar dengan Kabupaten Badung.
Polisi kemudian bertindak tegas dengan menangkap pelaku. Dua anggota polisi mengalami luka karena sempat terjadi saling pukul dengan warga pelaku.
Kapolsek Ubud menjelaskan, saat ini kondisi di areal kuburan yang terletak di perbatasan Banjar Semana dengan Banjar Ambengan sudah aman dan terlihat sepi. Sehari sebelumnya ratusan warga Semana yang membawa senjata tajam menguasai lokasi tersebut.
Dia menjelaskan bahwa sisa-sisa pohon yang ditebang sembarang oleh warga saat ini sudah dibersihkan sehingga jalur tersebut sudah berfungsi seperti biasa.
Mengenai dua peleton personel pengendalian massa dari Polres Gianyar, katanya, sudah ditarik dari lokasi makam sejak Rabu tengah malam atau setelah prosesi pemakaman Wayan Suprig selesai dilakukan.
"Situasi saat ini sudah normal. Kendati demikian penjagaan tetap dilakukan untuk mengantisipasi halk -hal yang tidak diinginkan. Mudah-mudahan tidak ada lagi peristiwa seperti kemarin," kata kapolsek.
Mengenai kelanjutan pemeriksaan enam warga yang ditangkap polisi karena dianggap sebagai pelaku utama kerusuhan, Redestra mengatakan bahwa saat ini mereka masih terus dimintai keterangan di Mapolres Gianyar.
"Supaya tak memperkeruh situasi, kami belum bisa beri informasi nama-nama pelaku yang ditangkap," katanya.
Selain melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, kata Redestra, polisi bersama Pemerintah Kabupaten Gianyar melakukan pertemuan-pertemuan lanjutan untuk menyelesaikan secara tuntas masalah ini.
"Mudah-mudahan masalah ini bisa diselesaikan dengan baik, sehingga tidak ada konflik lanjutan," ujarnya.(ant/waa) |