| PDIP Apresiasi Keberhasilan Polri |
| Nasional - Politik |
| Ditulis oleh Era Baru News | Kamis, 11 Maret 2010 |
|
Jakarta - Keberhasilannya Polri membongkar dan melumpuhkan salah satu jaringan terorisme internasional di Indonesia mendapat apresiasi dari PDIP. Apresiasi tersebut disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Tjahjo Kumolo. "Soal yang tewas di Pamulang itu Dulmatin atau bukan, kita sebaiknya menunggu perkembangan lebih lanjut," ujarnya di Jakarta, Kamis (11/3), sehubungan tewasnya Yahya Ibrahim alias Dulmatim bersama dua pengawalnya, sebagaimana diumumkan Kapolri. Menurut Tjahjo yang juga Ketua DPP PDIP itu, kalau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di luar negeri sudah bisa memastikan yang tewas itu Dulmatin, bisa saja karena Presiden mungkin sudah mendapatkan informasi akurat A1 dari jajaran intelijen maupun Kapolri. "Apalagi memang itu (informasi) berkaitan dengan rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama dan keseriusan aparat Polri dan intelijen RI menumpas jaringan terorisme yang merupakan musuh bersama banyak negara, termasuk Australia maupun Amerika," katanya. Meskipun, kata Tjahjo Kumolo, tes DNA sebagai prosedur tetap merupakan acuan terakhir sebelum ada konfirmasi resmi. Tjahjo Kumolo juga mengingatkan aparat agar tidak mengendurkan kewaspadaan tetapi malah harus meningkatkannya, sembari lebih banyak melibatkan pihak lainnya, terutama TNI yang lebih berpengalaman di medan-medan tertentu. "Ingat, para teroris itu tidak akan pernah diam dan target utama mereka tetap saja Jakarta dan Bali. Sedangkan sasaran antara daerah-daerah konflik seperti Poso, Maluku, dan lain-lain. Makanya, kita harus tetap waspada," tandasnya. Ia mengharapkan, pengamatan intelijen harus cermat, khususnya kepada jaringan baru (teroris usia muda), karena faktor idealisme dan mudah didoktrin. "Prinsipnya, tidak ada kejahatan yang sempurna, dan terorisme di Indonesia ini merupakan jaringan dunia internasional. Indonesia sasaran target peledakan saja. Memanfaatkan kondisi struktur masyarakat yang ramah dan bisa menerima kedatangan tamu siapa saja," ujar Tjahjo Kumolo yang juga anggota Komisi I DPR RI bidang pertahanan dan luar negeri itu.(ant/yan) |

Mozilla Firefox