Sasaran Utama Teroris Bukan Barrack Obama
Nasional - Politik
Ditulis oleh Era Baru News Sabtu, 13 Maret 2010

operasiterorisJakarta - Pengamat teroris Mardigu Wowiek Prasantyo mengatakan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama yang berkunjung ke Indonesia pada pekan ketiga Maret tidak menjadi sasaran utama pelaku terorisme.

"Ada pemahaman di kelompok teroris jika mengetahui akan diserang pasti tidak menang, maka lebih baik tidak akan menyerang," kata Mardigu pada sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (13/3).

Dikatakannya, rencana kunjungan Barrack Obama ke Indonesia awalnya menjadi sasaran aksi terorisme karena dia adalah kepala negara adikuasa.

Menurut dia, kunjungan Barrack Obama ke Indonesia tentu dengan pengawalan dan pengamanan yang ekstra ketat, baik dari Amerika maupun dari Indonesia.

Dalam pemahaman kelompok teroris, kata dia, jika dari perhitungannya pasukan antiteroris akan akan menang maka mereka tidak akan menyerang.

"Saya memperkirakan Presiden Obama tidak akan menjadi sasaran utama aksi teroris karena mereka memperhitungkan pasti tidak akan menang," kata ahli teroris alumni Amerika Serikat ini.

Meskipun demikian, Mardigu mengingatkan polisi untuk tetap ekstra ketat melakukan pengamanan menjelang dan pada saat kunjungan Presiden Amerika Barrack Obama ke Indonesia.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang mengatakan, pemberantasan teroris di Aceh dan Pamulang Banten tidak ada kaitannya dengan rencana kunjungan Presiden Obama ke Indonesia pada pekan ketiga Maret.

Dikatakannya, pemberantasan teroris di Aceh dan di Pamulang Banten sudah dipantau polisi sejak lama dan polisi baru mendapat sinyal kuat saat ini.

"Sebelumnya polisi mendapatkan sinyal yang selalu muncul-hilang di dua lokasi tersebut tapi akhir-akhir ini makin menguat," katanya.

Setelah polisi berhasil memberantas kelompok teroris di Aceh, kata dia, sinyal teroris di Pamulang Banten makin menguat sehingga polisi juga menyergap anggota teroris di daerah tersebut.

Dari informmasi yang dihimpun, menurut dia, ada kaitan kuat antara antara kelompok Aceh dan kelompok Pamulang Banten.

Ia menegaskan, pemberantasan kelompok teroris saat ini tidak ada kaitannya dengan rencana kunjungan Presiden Barrack Obama ke Indonesia.

"Polisi yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sehingga berusaha agar situasi keamanan di Indonesia selalu kondusif," katanya.

Soal rencana kedatangan Presiden Barrack Obama, kata dia, sebagai tuan rumah Indonesia berusaha menyambut tamu dengan sebaik mungkin.

Dari penyergapan polisi di Aceh antara lain menewaskan Jaja alias Encang Kurnia (38)yang diduga terlibat dalam kasus pemboman di Kedutaan Australia di Jalan HR Rasuna Said Jakarta dan Pura Sudarma alias Muttaqin asal Bandung, Jawa Barat.

Sedangkan dari penyergapan polisi di Pamulang Banten antara lain berhasil menewaskan Dulmatin yang terlibat pada sejumlah aksi pengeboman di Indonesia, serta dua pengawalnya.(ant/yan)