Latihan Gabungan Anti Teror TNI Polri Berakhir
Nasional - Politik
Ditulis oleh Era Baru News Senin, 15 Maret 2010

pasukanantiterorJakarta - Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengakhiri latihan gabungan antiteror bersama, setelah melakukan latihan selama tiga hari pada akhir pekan lalu.

Akhir latihan gabungan antiteror bersandi "Waspada Nusa II" itu ditandai dengan pelepasan tanda latihan dari peserta latihan secara simbolis oleh Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso di Jakarta, Senin.

Latihan Gabungan Antiteror 2010 diikuti sekitar 3.559 personel dari unsur TNI dan Polri, serta melibatkan berbagai peralatan dari TNI dan Polri.

Kegiatan itu juga melibatkan Satuan 81 Penanggulangan Teror Komando Pasukan Khusus (Gultor Kopassus) TNI Angkatan Darat, Detasemen Jala Mangkara (Den Jaka) TNI Angkatan Laut, Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI Angkatan Laut, Detasemen Bravo TNI Angkatan Udara, dan Detasemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian RI.

Kegiatan diawali dengan latihan tanpa pasukan (geladi posko) selama dua hari mulai Kamis hingga Jumat (11-12/3), dilanjutkan geladi lapang yakni latihan dengan pasukan pada Sabtu (13/3) di beberapa obyek vital yang ada di Jakarta dan sekitarnya.

Geladi lapang dilakukan serentak di enam lokasi yakni Hotel Borobudur, Hotel Mercure Ancol, Bursa Efek Jakarta, lepas pantai Tanjung Priok, kilang minyak di Kepulauan Seribu dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Direktur Latihan Laksamana Madya TNI Didik Heru Purnomo mengatakan, latihan gabungan kali ini secara umum berjalan lancar dan dapat dilaksanakan dengan baik sesuai target dan sasaran yang ingin dicapai.

"Bahkan dalam latihan kali ini tidak ada kerugian personel dan material," kata Didik.(ant/waa)