| Masyarakat Jangan Mudah Terprofokasi Sweeping Malaysia |
| Nasional - Politik |
| Ditulis oleh Andrie Yudhistira/ Era Baru News | Jumat, 03 September 2010 |
|
"Begini, sekarang beredar di FB (facebook), Twitter, ada ajakan, memprovokasi, menyuruh untuk melakukan sweepinhg tehadap WNA, yang ada berkaitan dengan warga negara Malaysia. Saya minta dan harapkan jangan ada warga masyarakat yang terprovokasi," ujar Kapolri di Mabes Polri, Jakarta, Jum'at (3/9). Menurutnya, masalah Indonesia dengan Malaysia sudah diselesaikan melalaui jalur diplomasi. Jadi tidak boleh main hakim sendiri. BHD pun mengingatkan, bahwa banyak juga orang Indonesia yang berada di Malaysia. "Ingat, masalah-masalah ini sudah diselesaikan negara pemerintah melalui jalur diplomasi. Negara kita negara hukum, negara kita negara yang berdaulat, tentunya ini harus dihormati. Jangan sampai kita bayangkan, apakah hanya negara Malaysia di sini? Apakah tidak ada warga negara kita di Malaysia? Bagaimana kalau mereka juga disweeping," ujar Kapolri. Lebih lanjut dirinya mengatakan, jajarannya akan menindak para demonstran yang membakar negara sahabat, seperti pembakaran bendera Malaysia. "142a dan 143. Bakar bendera negara sahabat itu ada ancaman hukumananya. Juga melakukan tindakan kepada perwakilan negara asing juga ada sanksi berat," katanya. Terkait pelemparan kotoran di Kedubes Malaysia di Jakarta beberapa waktu lalu, kapolri menegaskan untuk tidak ragu-ragu menindak pelakunya demi nama baik bangsa Indonesia. "Tentunya akan kita pertegas dengan direktif, saya sekarang ini kepada jajaran jangan lagi ragu-ragu selamatkan nama bangsa Negara Indonesia di mata dunia. Negara kita negara hukum, negara berdaulat, hukum tetap harus ditegakkan," terangnya.(ayt/waa) |

Jakarta - Kapolri, Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri menghimbau masyarakat agar jangan mudah terpancing atau terprovokasi dengan beredarnya himbauan sweeping terhadap WNA asal Malaysia di jejaring sosial.
Mozilla Firefox