| Belum Ada Ancaman Faktual di Perbatasan RI Malaysia |
| Nasional - Politik |
| Ditulis oleh Era Baru News | Sabtu, 04 September 2010 |
|
"Strategi militer tidak berubah. Dan belum terlihat adanya ancaman secara militer," kata Moeldoko di Pontianak, Jumat (3/9). Namun, lanjut dia, untuk ancaman yang potensial, tentara akan tetap selalu waspada meskipun situasi terlihat adem ayem. Dia menambahkan, strategi militer sangat dipengaruhi oleh kebijakan nasional. "Kebijakan nasional untuk situasi politik saat ini sudah jelas," kata dia. Panglima melanjutkan, sejauh ini juga tidak ada perubahan yang berarti dalam melakukan tindakan taktis di perbatasan. TNI tetap menempatkan pasukan di 31 pos pengamanan sepanjang perbatasan Kalimantan Barat dengan Sarawak, Malaysia. Sedangkan mengenai pengiriman satu batalyon tentara ke perbatasan awal September, Moeldoko mengatakan, untuk menggantikan pasukan dari Batalyon 642/Kapuas yang sudah bertugas selama satu tahun. "Sesuai jadwal, tanggal 1 September mereka sudah harus berganti, bukan karena hal lain," kata Moeldoko. Panglima juga menjelaskan mengenai kedatangan Atase Pertahanan Australia yang juga tiba di Pontianak awal September, kata dia, proses untuk menerima dia cukup lama. "Sekitar satu setengah bulan karena mereka harus mengajukan surat ke Mabes TNI terlebih dahulu," kata dia. Kunjungan Atase Pertahanan Australia itu untuk menjajaki kerja sama di bidang peningkatan kualitas dan pelatihan bagi tentara Indonesia. Selain itu juga menanyakan latar belakang pembentukan Kodam di Kalimantan Barat. "Untuk kemungkinan kerja sama, akan ada beberapa anggota Kodam Tanjungpura yang ikut pelatihan di Australia kalau lolos seleksi," katanya.(ant/waa) |

Pontianak - Panglima Kodam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Moeldoko menegaskan bahwa belum ada ancaman militer yang faktual di wilayah perbatasan menyusul ketegangan hubungan politik Indonesia dengan Malaysia.
Mozilla Firefox